Yasin Limpo akui, Sulsel banyak habiskan anggaran
Rabu, 07 November 2012 - 12:03 WIB
Yasin Limpo akui, Sulsel banyak habiskan anggaran
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengakui bahwa daerahnya menghabiskan anggaran lebih besar dibandingkan dengan daerah di Sulawesi.
Yasin Limpo beralasan, hal tersebut karena kebutuhan di daerahnya lebih besar dibandingkan daerah Sulawesi lainnya.
“Kalau kebutuhan Sulsel lebih besar, karena ada beberapa pos TNI, polisi, dan pos nasional yang ada di Makasar," kata Yasin, usai melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2012).
Lebih lanjut dia menegaskan, pihaknya membantah jika dengan besaran anggaran yang diterima daerahnya, sebanding dengan tindakan korupsi yang marak terjadi di Sulsel
Sebagaimana hasil survei dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyebutkan, bahwa provinsi tersebut salah satu daerah terkorup.
“Kami tidak dapat evaluasi yang pasti tentang hal tersebut, kalau dikatakan korupsi di mana? karena kami dua tahun ini dapat predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dengan clear and clean," kilahnya.
Yasin juga kembali beralasan, faktor penduduk ternyata mempunyai pengaruh dalam proses perputaran uang begitu besar di Sulsel.
“Jadi bukan berarti kasusnya yang besar, tapi peredaran uang di Sulsel yang besar karena Sulsel juga provinsi dengan penduduk terbesar di luar Jawa," pungkasnya.
Yasin Limpo beralasan, hal tersebut karena kebutuhan di daerahnya lebih besar dibandingkan daerah Sulawesi lainnya.
“Kalau kebutuhan Sulsel lebih besar, karena ada beberapa pos TNI, polisi, dan pos nasional yang ada di Makasar," kata Yasin, usai melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2012).
Lebih lanjut dia menegaskan, pihaknya membantah jika dengan besaran anggaran yang diterima daerahnya, sebanding dengan tindakan korupsi yang marak terjadi di Sulsel
Sebagaimana hasil survei dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyebutkan, bahwa provinsi tersebut salah satu daerah terkorup.
“Kami tidak dapat evaluasi yang pasti tentang hal tersebut, kalau dikatakan korupsi di mana? karena kami dua tahun ini dapat predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dengan clear and clean," kilahnya.
Yasin juga kembali beralasan, faktor penduduk ternyata mempunyai pengaruh dalam proses perputaran uang begitu besar di Sulsel.
“Jadi bukan berarti kasusnya yang besar, tapi peredaran uang di Sulsel yang besar karena Sulsel juga provinsi dengan penduduk terbesar di luar Jawa," pungkasnya.
(maf)