Subsidi BBM ganjalan serius

Selasa, 30 Oktober 2012 - 08:37 WIB
Subsidi BBM ganjalan...
Subsidi BBM ganjalan serius
A A A
Indonesia sedang meretas menjadi negara hebat dan besar. Kalimat bernuansa penuh nada optimistis itu meluncur dari bibir Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Pernyataan itu tidak berlebihan, karena sejumlah indikator Indonesia menuju negara hebat dan besar terus tercetak. Tengok saja, perekonomian negeri ini tumbuh rata-rata di atas 6 persen di tengah ancaman krisis ekonomi global.

Kelas menengah yang memiliki daya beli kuat terus bertambah. Angka realisasi investasi, baik domestik maupun asing, semakin menggembirakan. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) mengingatkan pemerintah untuk tetap mencermati perekonomian global yang masih jauh dari kondisi pulih, bahkan sejumlah lembaga riset ekonomi internasional memprediksi pertumbuhan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Dampaknya mulai terasa pada penurunan ekspor yang berkorelasi langsung terhadap penurunan produksi dan investasi yang berorientasi ekspor. Namun, bank sentral tetap berkeyakinan pertumbuhan ekonomi tetap melaju yang ditopang dengan permintaan domestik yang cukup kuat.

Hal itu didukung oleh aliran masuk modal portofolio yang deras dan peningkatan investasi langsung. Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) belum lama ini, realisasi investasi tembus sebesar Rp81,8 triliun pada triwulan ketiga tahun ini, terjadi peningkatan sekitar 25,1 persen dari sebesar Rp65,4 triliun pada triwulan yang sama tahun lalu.

Rinciannya meliputi realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp25,2 triliun terjadi kenaikan sekitar 32,6 persen dari periode yang sama tahun lalu, dan penanaman modal asing (PMA) Rp56,6 triliun atau meningkat sekitar 22 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Tren realisasi positif PMA dan PMDN sepanjang tahun ini membuat pihak BKPM optimistis menembus target investasi yang dipatok cukup tinggi. Sepanjang Januari hingga September 2012 total realisasi investasi sudah tercatat Rp229,9 triliun.

Hal itu berarti target investasi tahun ini, yang ditetapkan sebesar Rp283,5 triliun, sudah terealisasi sekitar 81,8 persen. Pencapaian angka realisasi tersebut diklaim Kepala BKPM Chatib Basri sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah investasi di Indonesia.

"Insya Allah dapat Rp300 triliun akhir tahun ini," kata Chatib dengan penuh percaya diri saat mengumumkan perkembangan realisasi investasi triwulan tiga tahun ini.

Dengan berangkat dari beberapa perangkat pendukung pertumbuhan ekonomi seperti realisasi investasi dan peningkatan kelas menengah dengan daya beli yang kuat, memang tidak ada alasan untuk tidak optimistis negeri ini bisa berjaya setelah sekian lama terpuruk akibat krisis ekonomi pada 1998.

Tapi jangan berpuas diri dulu. Masih ada sederet pekerjaan rumah (PR) yang harus dirampungkan oleh pemerintah.

Untuk jangka pendek setidaknya PR utama yang harus dituntaskan pemerintah paling lambat tahun depan adalah bagaimana mengatasi subsidi bahan bakar minyak (BBM), angka subsidi tersebut terus membengkak dan menyandera pemerintah.

Kalangan pelaku usaha meyakini bila pemerintah berani mengambil tindakan ekstrem untuk menekan subsidi BBM dengan jalan menaikkan harga yang wajar, beban anggaran negara bakal menurun. Dana dari penghematan subsidi tersebut pemerintah dapat dialokasikan untuk pembenahan dan pembangunan sarana infrastruktur sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi.

Pertanyaannya, beranikah pemerintah mengambil tindakan dengan menaikkan harga BBM tahun depan? Kalau PR yang sudah mengganjal di depan mata itu saja belum bisa dituntaskan, mohon maaf, Indonesia sebagai negara hebat dan besar hanya mimpi dari Menteri Keuangan.
(lil)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Ditahan, Kuasa Hukum: Sudah Mengundurkan Diri, Artinya Kooperatif
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved