JK dukung bongkar kasus Century
Senin, 15 Oktober 2012 - 14:26 WIB
JK dukung bongkar kasus Century
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terus mendorong agar DPR membongkar misteri dibalik kasus bailout Bank Century. Bahkan secara khusus JK memberi apresiasi pada sejumlah anggota DPR yang berjuang secara gigih.
"Saya memberi penghargaan kepada Misbakhun, Akbar Faisal, Bambang Soesatyo dan anggota DPR lainnya yang gigih berjuang dan sepenuh hati mengusahakan keadilan tercipta dalam kasus Century," katanya saat menjadi pembicara dalam peluncuran bukunya yang berjudul "Melawan Takluk: Perlawanan dari Penjara Century", di Jakarta, Senin (15/10).
Menurut JK, setiap perjuangan ada resiko seperti yang dialami Misbakhun. Dipenjara kemudian dinyatakan bebas merupakan bagian dari sebuah perjuangan sebagaimana Bung Karno dan tokoh sebelumnya di masa lampau.
"Selamat anda telah berkorban. Mudah-mudahan ada amal ibadahnya. Pengalaman baik masuk 'pesantren' dua tahun kan. Bisa ketemu Luna Maya disitu kan," canda JK.
JK menyebut politisi di era sekarang dalam upaya menegakkan kebenaran termasuk Misbakhun harus berhati-hati karena bisa dijadikan target persoalan yang diluar dugaan.
Ia mencontohkan kasus Novel Baswedan muncul dalam kasus burung walet. Yusril Ihza Mahendra di kasus Sisminbakum. "Message-nya hati-hati you ngomong," ucapnya.
Upaya mengungkap kasus Century bukanlah dalam rangka memburu seserorang ataupun mantan pemilik Bank Century Robert Tantular semata. Tapi untuk menjadi pelajaran bagi penguasa di masa mendatang untuk lebih memperhatikan rakyat bukan kepentingan pemodal.
"Prinsip kenegaraan, yang kendalikan pemerintahan di masa mendatang jangan mengutamakan pemodal, karena kekeliruan itu dibayar oleh rakyat. Siapa yang berbuat harus membayar?" paparnya.
"Saya memberi penghargaan kepada Misbakhun, Akbar Faisal, Bambang Soesatyo dan anggota DPR lainnya yang gigih berjuang dan sepenuh hati mengusahakan keadilan tercipta dalam kasus Century," katanya saat menjadi pembicara dalam peluncuran bukunya yang berjudul "Melawan Takluk: Perlawanan dari Penjara Century", di Jakarta, Senin (15/10).
Menurut JK, setiap perjuangan ada resiko seperti yang dialami Misbakhun. Dipenjara kemudian dinyatakan bebas merupakan bagian dari sebuah perjuangan sebagaimana Bung Karno dan tokoh sebelumnya di masa lampau.
"Selamat anda telah berkorban. Mudah-mudahan ada amal ibadahnya. Pengalaman baik masuk 'pesantren' dua tahun kan. Bisa ketemu Luna Maya disitu kan," canda JK.
JK menyebut politisi di era sekarang dalam upaya menegakkan kebenaran termasuk Misbakhun harus berhati-hati karena bisa dijadikan target persoalan yang diluar dugaan.
Ia mencontohkan kasus Novel Baswedan muncul dalam kasus burung walet. Yusril Ihza Mahendra di kasus Sisminbakum. "Message-nya hati-hati you ngomong," ucapnya.
Upaya mengungkap kasus Century bukanlah dalam rangka memburu seserorang ataupun mantan pemilik Bank Century Robert Tantular semata. Tapi untuk menjadi pelajaran bagi penguasa di masa mendatang untuk lebih memperhatikan rakyat bukan kepentingan pemodal.
"Prinsip kenegaraan, yang kendalikan pemerintahan di masa mendatang jangan mengutamakan pemodal, karena kekeliruan itu dibayar oleh rakyat. Siapa yang berbuat harus membayar?" paparnya.
(ysw)