PPP belum saatnya bicara capres
Senin, 08 Oktober 2012 - 13:40 WIB
PPP belum saatnya bicara capres
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Agama (Menang) Suryadama Ali (SDA) sebagai salah satu calon yang akan diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun saat dikonfirmasi, dia berdalih belum saatnya membicarakan pencapresan.
"Itu kita lihat nanti. Saya kira masih sangat mentah, semua punya peluang. Karena ini sistem pemilihan yang bebas," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PPP ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Sejumlah nama yang muncul saat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP, lanjutnya, sampai saat ini belum ada pembicaraan yang intensif. "Belum, kita belum konsentrasi ke situ (calon presiden)," terangnya.
Saat ini, partai berlambang Kabah ini masih konsentrasi pada proses verifikasi partai politik (parpol) dan penetapan calon legislatif yang akan ikut bertarung pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.
"Kita konsentrasi dulu ke situ (verifikasi parpol). Nanti pada waktunya kita akan menjaring capres (dan) cawapres," ujarnya.
Ketika disinggung soal rancangan undang-undang Pemilihan Presiden (RUU Pilpres), diakuinya, poin paling krusial adalah terkait pencalonan presiden dan wakil presiden.
"Saya kira yang paling krusial itu pada pencalonan capres (dan) cawapres. Apakah prosentasinya sama dengan lalu atau akan ada perubahan," pungkasnya.
"Itu kita lihat nanti. Saya kira masih sangat mentah, semua punya peluang. Karena ini sistem pemilihan yang bebas," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PPP ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Sejumlah nama yang muncul saat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP, lanjutnya, sampai saat ini belum ada pembicaraan yang intensif. "Belum, kita belum konsentrasi ke situ (calon presiden)," terangnya.
Saat ini, partai berlambang Kabah ini masih konsentrasi pada proses verifikasi partai politik (parpol) dan penetapan calon legislatif yang akan ikut bertarung pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.
"Kita konsentrasi dulu ke situ (verifikasi parpol). Nanti pada waktunya kita akan menjaring capres (dan) cawapres," ujarnya.
Ketika disinggung soal rancangan undang-undang Pemilihan Presiden (RUU Pilpres), diakuinya, poin paling krusial adalah terkait pencalonan presiden dan wakil presiden.
"Saya kira yang paling krusial itu pada pencalonan capres (dan) cawapres. Apakah prosentasinya sama dengan lalu atau akan ada perubahan," pungkasnya.
(mhd)