Dibilang kadernya korupsi, PAN istigfar
Senin, 01 Oktober 2012 - 15:11 WIB
Dibilang kadernya korupsi, PAN istigfar
A
A
A
Sindonews.com - Partai Amanat Nasional (PAN) meminta agar data jumlah pejabat daerah yang terlibat kasus hukum dijadikan bahan untuk melakukan introspeksi diri. Selain itu bisa dijadikan sebagai bagian dari upaya melaksanakan tugasnya sebagai pejabat yang lebih baik.
"Kami di PAN sih Istigfar saja mendengar ranking parpol yang kadernya korupsi. Sebab apapun alasannya ini harus jadi bahan introspeksi bagi semua," kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy di Jakarta, Senin (1/10/2012).
Tjatur mengungkapkan, soal penyampaian rangking partai dengan kader terkorup adalah hak Dipo Alam sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab). Sehingga, harus dihormati oleh semua pihak, bukan malah dipolitisasi untuk kepentingan kelompok tertentu.
"Kalau memakai kacamata politik, ya ketemunya juga politis. Tapi kalau memakai kacamata administrasi, ya ketemunya juga administrasi. Kalau saya di PAN sih berpikir positif saja. Istigfar dan introspeksi," ujarnya.
Tjatur sendiri memastikan bahwa PAN secara berkelanjutan akan memberikan arahan, wejangan, dan pendidikan kepada kader-kadenya untuk menjadi politikus yang bersih. PAN juga akan langsung menindak jika menemukan kadernya yang bermasalah.
"Dalam setiap acara pengkaderan, dan acara partai selalu kita tanamkan tentang moral dan etika berpolitik. Itu pasti," tandasnya.
"Kami di PAN sih Istigfar saja mendengar ranking parpol yang kadernya korupsi. Sebab apapun alasannya ini harus jadi bahan introspeksi bagi semua," kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy di Jakarta, Senin (1/10/2012).
Tjatur mengungkapkan, soal penyampaian rangking partai dengan kader terkorup adalah hak Dipo Alam sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab). Sehingga, harus dihormati oleh semua pihak, bukan malah dipolitisasi untuk kepentingan kelompok tertentu.
"Kalau memakai kacamata politik, ya ketemunya juga politis. Tapi kalau memakai kacamata administrasi, ya ketemunya juga administrasi. Kalau saya di PAN sih berpikir positif saja. Istigfar dan introspeksi," ujarnya.
Tjatur sendiri memastikan bahwa PAN secara berkelanjutan akan memberikan arahan, wejangan, dan pendidikan kepada kader-kadenya untuk menjadi politikus yang bersih. PAN juga akan langsung menindak jika menemukan kadernya yang bermasalah.
"Dalam setiap acara pengkaderan, dan acara partai selalu kita tanamkan tentang moral dan etika berpolitik. Itu pasti," tandasnya.
(lil)