Bambang: Dipo Alam menukangi data

Senin, 01 Oktober 2012 - 13:29 WIB
Bambang: Dipo Alam menukangi...
Bambang: Dipo Alam menukangi data
A A A
Sindonews - Sekertaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam disinyalir melakukan rekayasa data untuk mengkatrol citra Demokrat. Hal tersebut disampaikan politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo yang curiga Dipo "menukangi" data.

Bambang menduga Dipo melakukan manuver operasi politik secara sistematis untuk mengembalikan citra Demokrat dan SBY.

Menurutnya, sepanjang 2009 sampai September 2012, tren kasus hukum yang melibatkan tokoh dan kader Partai Demokrat disemua tingkatan terus meningkat.

"Dipo Alam berbohong jika terkait data kepala daerah yang bermasalah kasus hukum didominasi oleh kader Partai Golkar," ungkapnya.

Dia mengatakan, jika dilihat dari dua periode masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), justru kasus-kasus besar menyeret kader dari Partai Demokrat. "Saya curiga Dipo menukangi data," ujar Bambang, Senin (1/10/2012).

"Jadi, sesungguhnya kalau Dipo tidak memilah-milah data dan merekayasanya, bisa jadi Partai Demokrat berada pada nomor urut satu dan bukan sebagaimana dibilang Dipo berada di nomor urut tiga dalam hal jumlah atau trend terbanyak kader partai yang bermasalah hukum," tambahnya.

Sebelumnya, Dipo membeberkan sebanyak 176 pejabat tersandung kasus. Mayoritas mereka berasal dari Partai Golkar sebanyak 64 orang, 32 orang dari PDIP, dan 20 orang dari Partai Demokrat.

Tak hanya itu, 17 orang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), 9 orang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tujuh orang Partai Amanat Nasional (PAN), empat orang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dua orang dari Partai Bulan Bintang (PBB) dan PNI Marhaen, PPD, PKPI dan Partai Aceh masing-masing satu orang.

Selain dari kalangan parpol, dari kalangan birokrat atau TNI sebanyak 6 orang, independen (non partai) delapan orang dan gabungan partai sebanyak tiga orang.
(hyk)
Berita Terkait
Politikus Perlu Manfaatkan...
Politikus Perlu Manfaatkan Medsos Gaet Suara Anak Muda
KPU Pakai Lagi Kotak...
KPU Pakai Lagi Kotak Suara Kardus, PKS Usulkan Flexiglass yang Transparan
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Skenario Muluskan Parpol Tertentu Lolos ke Senayan
Politikus Perlu Gaet...
Politikus Perlu Gaet Suara Anak Muda Lewat Medsos, Begini Caranya
Bungkam Suara Oposisi,...
Bungkam Suara Oposisi, Politikus Singapura Dinyatakan Bersalah karena Berbohong kepada Parlemen
16 Daerah Pemungutan...
16 Daerah Pemungutan Suara Ulang, Politikus PAN: Preseden Buruk bagi KPU
Berita Terkini
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved