Timwas minta rekaman rapat di Istana
Selasa, 25 September 2012 - 15:12 WIB
Timwas minta rekaman rapat di Istana
A
A
A
Sindonews.com - Anggota tim pengawas (timwas) kasus Bank Century Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrat Achsanul Qosasi berharap, rapat timwas dengan penegak hukum, pada Rabu 26 September 2012 bisa memutar rekaman rapat di Istana Negara pada 9 Oktober 2008 yang sempat menjadi polemik.
"Besok memanggil penegak hukum khusunya KPK. Fraksi Partai Demokrat mendukung dibukanya rekaman rapat 9 Oktober 2008, untuk memperjelas apa yang menjadi desas-desus selama ini. Kami tidak keberatan, tidak apa-apa dikasih ke timwas," ujar Achsanul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Soal telah diserahkan rekaman itu ke KPK oleh Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Achsanul mengaku tidak keberatan. Sebab, timwas melalui pimpinan DPR juga sudah meminta secara resmi ke Presiden terkait rekaman tersebut. "Mestinya DPR dikasih juga. timwas juga butuh. Kasih saja ke timwas, tidak apa-apa," ujarnya.
Seperti diketahui, rapat di Istana pada 9 Oktober menjadi polemik setelah mantan Ketua KPK Antasari mengungkapkan bahwa di rapat itu membahas skenario penyelamatan Bank Century. Namun, saat rapat dengan timwas, Antasari mengklarifikasinya.
Menurut Antasari, rapat tersebut ada karena Presiden meminta pendapat dari penegak hukum, untuk antisipasi dampak terjadinya krisis global.
"Besok memanggil penegak hukum khusunya KPK. Fraksi Partai Demokrat mendukung dibukanya rekaman rapat 9 Oktober 2008, untuk memperjelas apa yang menjadi desas-desus selama ini. Kami tidak keberatan, tidak apa-apa dikasih ke timwas," ujar Achsanul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Soal telah diserahkan rekaman itu ke KPK oleh Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Achsanul mengaku tidak keberatan. Sebab, timwas melalui pimpinan DPR juga sudah meminta secara resmi ke Presiden terkait rekaman tersebut. "Mestinya DPR dikasih juga. timwas juga butuh. Kasih saja ke timwas, tidak apa-apa," ujarnya.
Seperti diketahui, rapat di Istana pada 9 Oktober menjadi polemik setelah mantan Ketua KPK Antasari mengungkapkan bahwa di rapat itu membahas skenario penyelamatan Bank Century. Namun, saat rapat dengan timwas, Antasari mengklarifikasinya.
Menurut Antasari, rapat tersebut ada karena Presiden meminta pendapat dari penegak hukum, untuk antisipasi dampak terjadinya krisis global.
(san)