Nyapres, Yusril tak punya kendaraan besar

Minggu, 09 September 2012 - 19:33 WIB
Nyapres, Yusril tak...
Nyapres, Yusril tak punya kendaraan besar
A A A
Sindonews.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai, sosok Yusril Ihza Mahendra telah memenuhi kriteria calon Presiden, namun dari sisi kendaraan politik yang digunakan belum mampu bersaing dengan partai-partai besar.

"Kalau benar mau nyapres, Yusril salah baca pasar politik. Partainya saja tidak lolos electoral threshold, bagaimana mau menang di pilpres?" ujarnya saat dihubungi, di Jakarta, minggu (9/9/2012)

Boni meyakini, Yusril sebenarnya tidak menargetkan posisi Presiden pada 2014 mendatang, namun dia lebih menginginkan posisi menteri dalam kabinet. Bahwa dirinya mengatakan bersedia maju sebagai capres, hanya sebuah strategi mempromosikan dirinya agar pada 2014 menjabat sebagai menteri.

"Pencapresannya hanya untuk posisi tawar mnjadi menteri di kabinet 2014," imbuhnya.

Hal senada disampaikan pakar filsafat politik UI Donny Gahral Ardian. Dia mengatakan, Yusril merupakan politikus berpengalaman, sekaligus profesor hukum yang kompeten, namun sayangnya kendaraan politik yang digunakan yakni Partai Bulan Bintang (PBB) tidak meraih suara yang signifikan pada pemilu 2009 dan terancam tidak lolos pada pemilu 2014.

"Maka, kecuali beliau maju melalui partai besar (Golkar, Demokrat atau PDIP), maka peluangnya besar. Namun untuk PBB kans beliau sangat kecil," katanya.
(san)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved