Andi ajak legislator muda duduk bersama
Jum'at, 07 September 2012 - 23:20 WIB
Andi ajak legislator muda duduk bersama
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan, para legislator muda Indonesia perlu duduk bersama memikirkan solusi dan persiapan bangsa Indonesia menyongsong masa depan yang lebih baik.
Menurut Andi, setidaknya ada lebih dari 2.000 pemuda berusia di bawah 30 tahun yang saat ini menjadi anggota DPR, DPRD, DPD di seluruh Indonesia.
"Kita tahu bahwa para legislator muda kita duduk di berbagai fraksi dan bendera partai beda. Tapi itu tidak halangan untuk berkumpul semua dan tinggalkan fraksi masing-masing, kemudian mari kita memikirkan bangsa," ujar Andi saat Halal bihalal DPP Perhimpunan Organisasi Kepemudaan Nasional (POKNAS) di Perumahan DPR Kalibata, Jakarta, Jumat (7/9/2012)
Andi menambahkan, pemuda bersatu bukan berarti tak boleh ada perbedaan. Sebab perbedaan itu adalah kekayaan apabila dikelola. Artinya, terang dia, partai boleh beda, pemikiran boleh beda, hobi boleh beda, tapi kalau soal merah putih kita harus satu.
Karena itu, ujar Andi, silaturrahmi bersama organisasi kepemudaan adalah salah satu pilar memperkuat kebangsaan di kemudian hari. Sebab Generasi emas hanya terjadi apabila para pemuda bersatu.
"Kalau pemuda tidak bersatu, maka nasibnya seperti PSSI. Timnas ada dua, padahal timnas akan kuat apabila bersatu dan menghimpun orang-orang terbaik bangsa. Tanpa melihat klubnya apa, daerahnya apa, agama apa karena apabila semua bersatu maka akan bagus timnas. Pemuda juga demikian," tandasnya.
Halal Bihalal DPP Poknas ini sendiri dihadiri Ketua Umum DPP Aris Mandji, Ketua KNPI Taufan EN Rotorasiko, Presiden Mahasiswa, termasuk pengurus Garda Pemuda Partai NasDem.
Menurut Andi, setidaknya ada lebih dari 2.000 pemuda berusia di bawah 30 tahun yang saat ini menjadi anggota DPR, DPRD, DPD di seluruh Indonesia.
"Kita tahu bahwa para legislator muda kita duduk di berbagai fraksi dan bendera partai beda. Tapi itu tidak halangan untuk berkumpul semua dan tinggalkan fraksi masing-masing, kemudian mari kita memikirkan bangsa," ujar Andi saat Halal bihalal DPP Perhimpunan Organisasi Kepemudaan Nasional (POKNAS) di Perumahan DPR Kalibata, Jakarta, Jumat (7/9/2012)
Andi menambahkan, pemuda bersatu bukan berarti tak boleh ada perbedaan. Sebab perbedaan itu adalah kekayaan apabila dikelola. Artinya, terang dia, partai boleh beda, pemikiran boleh beda, hobi boleh beda, tapi kalau soal merah putih kita harus satu.
Karena itu, ujar Andi, silaturrahmi bersama organisasi kepemudaan adalah salah satu pilar memperkuat kebangsaan di kemudian hari. Sebab Generasi emas hanya terjadi apabila para pemuda bersatu.
"Kalau pemuda tidak bersatu, maka nasibnya seperti PSSI. Timnas ada dua, padahal timnas akan kuat apabila bersatu dan menghimpun orang-orang terbaik bangsa. Tanpa melihat klubnya apa, daerahnya apa, agama apa karena apabila semua bersatu maka akan bagus timnas. Pemuda juga demikian," tandasnya.
Halal Bihalal DPP Poknas ini sendiri dihadiri Ketua Umum DPP Aris Mandji, Ketua KNPI Taufan EN Rotorasiko, Presiden Mahasiswa, termasuk pengurus Garda Pemuda Partai NasDem.
(ysw)