Perusahaan bangkrut tak pengaruhi pencapresan Ical
Jum'at, 07 September 2012 - 22:28 WIB
Perusahaan bangkrut tak pengaruhi pencapresan Ical
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar menegaskan pengusungan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden (capres) dari Partai Golkar, tidak akan terganggu dengan persoalan beberapa perusahaan Ical yang terancam bangkrut.
"Tidak ganggu pencapresan Ical, kami tidak utak-atik. Kalau soal gangguan, tidak lah. Namanya orang mau maju ya ada saja cobaannya," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) itu mengungkapkan, urusan perusahaan milik Ical berbeda dengan urusan Partai Golkar dan rencana pengusungan Ical sebagai capres.
"Manajemen keuangan partai dan manajemen perusahaan berbeda. Apalagi perusahaannya itu kan sudah go public, jadi tidak bisa dicampur," ujarnya.
mantan Ketua DPR ini menambahkan, komitmen Partai Golkar untuk mengusung Ical tidak akan berubah, karena hal tersebut diputuskan melalui rapat pimpinan nasional (Rapimnas) partai Golkar Juni 2012 lalu.
"Tidak ada evaluasi untuk pengusungan Ical. Keputusan Rapimnas akan berjalan terus," tandasnya.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini mesin uang Bakrie mulai mengkerut. Hal tersebut ditunjukkan dengan melemahnya saham-saham perusahaan Bakrie & Brothers (BNBR), dan beberapa anak usahanya.
Beberapa perusahaan yang berada di bawah BNBR antara lain Bumi Resources (35 persen), Bakrie Sumatera Plantations (54,59 persen), Bakrie Telecom (52,6 persen), Energi Mega Persada (40 persen), Bakrieland Development (40 persen), Bakrie Metal Industries (99,9 persen), dan Bakrie Indo Infrastructure (99,9 persen), sebagian besar mengalami penurunan saham.
Menurunnya saham perusahaan-perusahaan itu disebabkan oleh banyaknya beban utang di dalam perseroan. Bahkan, analisis dari Panin Sekuritas mengatakan bahwa bukan tidak mungkin Bumi Resources akan bangkrut.
Tak hanya BUMI, Bakrie Telecom (BTEL) pun telah mencatatkan kerugian akibat utang yang menumpuk. BTEL pada semester pertama lalu telah mencatatkan kerugian sebesar Rp287 miliar atau naik 150 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Berikut daftar utang-utang yang dimiliki oleh Bakrie dengan jatuh tempo tahun 2012 bersama afiliasinya :
1. Bakrie & Brothers mencapai Rp 5,4 triliun
2. Bumi Resources USD 638 juta (Rp 6,38 triliun)
3. Bakrieland Development Rp 17,707 triliun
4. Energi Mega Persada Rp 11,215 triliun
5 Bakrie Sumatera Plantations Rp 9,644 triliun
6. Bakrie Telecom Rp 7,844 triliun
7. Bumi Resources Minerals Rp 3,338 triliun
8. Berau Coal Energy Rp 1,535 triliun
9. Visi Media Asia Rp 822,276 miliar
10. Darma Henwa Rp 406,165 miliar
"Tidak ganggu pencapresan Ical, kami tidak utak-atik. Kalau soal gangguan, tidak lah. Namanya orang mau maju ya ada saja cobaannya," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) itu mengungkapkan, urusan perusahaan milik Ical berbeda dengan urusan Partai Golkar dan rencana pengusungan Ical sebagai capres.
"Manajemen keuangan partai dan manajemen perusahaan berbeda. Apalagi perusahaannya itu kan sudah go public, jadi tidak bisa dicampur," ujarnya.
mantan Ketua DPR ini menambahkan, komitmen Partai Golkar untuk mengusung Ical tidak akan berubah, karena hal tersebut diputuskan melalui rapat pimpinan nasional (Rapimnas) partai Golkar Juni 2012 lalu.
"Tidak ada evaluasi untuk pengusungan Ical. Keputusan Rapimnas akan berjalan terus," tandasnya.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini mesin uang Bakrie mulai mengkerut. Hal tersebut ditunjukkan dengan melemahnya saham-saham perusahaan Bakrie & Brothers (BNBR), dan beberapa anak usahanya.
Beberapa perusahaan yang berada di bawah BNBR antara lain Bumi Resources (35 persen), Bakrie Sumatera Plantations (54,59 persen), Bakrie Telecom (52,6 persen), Energi Mega Persada (40 persen), Bakrieland Development (40 persen), Bakrie Metal Industries (99,9 persen), dan Bakrie Indo Infrastructure (99,9 persen), sebagian besar mengalami penurunan saham.
Menurunnya saham perusahaan-perusahaan itu disebabkan oleh banyaknya beban utang di dalam perseroan. Bahkan, analisis dari Panin Sekuritas mengatakan bahwa bukan tidak mungkin Bumi Resources akan bangkrut.
Tak hanya BUMI, Bakrie Telecom (BTEL) pun telah mencatatkan kerugian akibat utang yang menumpuk. BTEL pada semester pertama lalu telah mencatatkan kerugian sebesar Rp287 miliar atau naik 150 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Berikut daftar utang-utang yang dimiliki oleh Bakrie dengan jatuh tempo tahun 2012 bersama afiliasinya :
1. Bakrie & Brothers mencapai Rp 5,4 triliun
2. Bumi Resources USD 638 juta (Rp 6,38 triliun)
3. Bakrieland Development Rp 17,707 triliun
4. Energi Mega Persada Rp 11,215 triliun
5 Bakrie Sumatera Plantations Rp 9,644 triliun
6. Bakrie Telecom Rp 7,844 triliun
7. Bumi Resources Minerals Rp 3,338 triliun
8. Berau Coal Energy Rp 1,535 triliun
9. Visi Media Asia Rp 822,276 miliar
10. Darma Henwa Rp 406,165 miliar
(lil)