Ancaman perpecahan NKRI wajib diawasi
Jum'at, 07 September 2012 - 11:10 WIB
Ancaman perpecahan NKRI wajib diawasi
A
A
A
Sindonews.com - Ancaman untuk menggoyang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) cukup tinggi di era sekarang. Ancaman ini tidak saja dari luar, tapi juga dari dalam negeri.
Pesan itu disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di hadapan 31 wisudawan Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Menhan Purnomo mengatakan, para wisudawan dari program pascasarjana program studi Strategi Perang Semesta Angkatan III dan program studi Ekonomi Pertahanan Angkatan I ini harus segera memulai hidup nyata yang lebih kompleks di tengah masyarakat.
Setelah di tengah masyarakat, dia berharap, para wisudawan memerhatikan ciri-ciri perubahan abad ke-21 yang penuh dinamika tersebut.
"Teori yang diterima dari pendidikan Unhan, harus dipraktekan di dunia nyata, harus dapat diimplementasikan kepada masyarakat," jelasnya.
Dari 31 orang wisudawan, 24 di antaranya adalah prajurit TNI, dan 7 orang sipil. Mereka berasal dari program studi Strategi Perang Semesta Angkatan sebanyak 30 orang, dan satu orang asal program studi Ekonomi Pertahanan Angkatan.
Sementara itu, Rektor Unhan Syarifuddin Tipe melaporkan, hingga saat ini Unhan telah mewisuda sebanyak 159 lulusan secara keseluruhan. Adapun jumlah mahasiswa sekarang sebanyak 399 mahasiswa.
"Terdiri dari 187 prajurit TNI, 210 orang sipil, dan 2 mahasiswa mancanegara yaitu dari Australia dan Brunei Darussalam," imbuhnya.
Pesan itu disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di hadapan 31 wisudawan Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Menhan Purnomo mengatakan, para wisudawan dari program pascasarjana program studi Strategi Perang Semesta Angkatan III dan program studi Ekonomi Pertahanan Angkatan I ini harus segera memulai hidup nyata yang lebih kompleks di tengah masyarakat.
Setelah di tengah masyarakat, dia berharap, para wisudawan memerhatikan ciri-ciri perubahan abad ke-21 yang penuh dinamika tersebut.
"Teori yang diterima dari pendidikan Unhan, harus dipraktekan di dunia nyata, harus dapat diimplementasikan kepada masyarakat," jelasnya.
Dari 31 orang wisudawan, 24 di antaranya adalah prajurit TNI, dan 7 orang sipil. Mereka berasal dari program studi Strategi Perang Semesta Angkatan sebanyak 30 orang, dan satu orang asal program studi Ekonomi Pertahanan Angkatan.
Sementara itu, Rektor Unhan Syarifuddin Tipe melaporkan, hingga saat ini Unhan telah mewisuda sebanyak 159 lulusan secara keseluruhan. Adapun jumlah mahasiswa sekarang sebanyak 399 mahasiswa.
"Terdiri dari 187 prajurit TNI, 210 orang sipil, dan 2 mahasiswa mancanegara yaitu dari Australia dan Brunei Darussalam," imbuhnya.
(hyk)