Kopassus Ajak Keluarga Besar TNI Jaga Kedaulatan NKRI
Rabu, 24 Juni 2020 - 17:08 WIB
loading...
Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa memberikan sambutan saat kegiatan komunikasi sosial dengan keluarga besar TNI di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Foto/Dok Penerangan Kopassus
A
A
A
JAKARTA - Kopassus kembali menyelenggarakan komunikasi sosial (Komsos) dengan keluarga besar TNI (KBT) yang tergabung dalam FKPPI, Hipakad dan AKBM. Kegiatan yang diselenggarakan di Lapangan Tembak Ksatria Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, ini dalam rangka implementasi pembinaan teritorial.
Dalam sambutannya Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengatakan komunikasi sosial merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang merupakan wahana untuk mencapai kesepahaman dan persepsi tentang pemberdayaan wilayah pertahanan di darat kepada seluruh komponen bangsa termasuk Keluarga Besar TNI. (Baca juga: Danjen Kopassus Bersama Aslat KSAD Bahas Latihan Kesiapan Tugas Operasi)
Oleh karenanya Komsos dan pembinaan terhadap Keluarga Besar TNI perlu di jaga dan terus di tingkatkan sehingga dapat menumbuhkan kepedulian serta kepekaan terhadap berbagai aspek kehidupan. “Kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan untuk menumbuhkan sikap peduli pada masyarakat, termasuk keluarga besar TNI,” ujar Danjen Rabu (24/6/2020).
Lebih lanjut perwira peraih penghargaan Adimakayasa tersebut menyampaikan tujuan kegiatan komunikasi sosial adalah untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara prajurit Kopassus dengan Keluarga Besar TNI. ”Disamping itu juga untuk menumbuhkan kesadaran bela negara bagi organisasi Keluarga Besar TNI guna mendukung tugas pokok Kopassus dalam mitigasi bencana alam guna menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI,” tambah perwira bintang dua tersebut. (Baca juga: Danjen Kopassus Salurkan Bansos ke Komunitas Papua Terdampak Covid-19)
Menutup sambutannya Danjen menyampaikan, dari komunikasi sosial ini diharapkan akan ada dialog yang akan melahirkan diskusi tentang permasalahan yang dihadapi, kemudian akan ada negosiasi dan akhirnya berlanjut pada eksekusi tentang apa yang akan dilakukan dalam rangka membangun bangsa ini. ”Membangun bangsa ini tidak bisa hanya melibatkan satu atau dua kelompok atau golongan, akan tetapi kita butuh semua komponen masyarakat, baik TNI/Polri, civitas akademika, organisasi masyarakat, termasuk dari kalangan media,” ucapnya.
Dalam sambutannya Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengatakan komunikasi sosial merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang merupakan wahana untuk mencapai kesepahaman dan persepsi tentang pemberdayaan wilayah pertahanan di darat kepada seluruh komponen bangsa termasuk Keluarga Besar TNI. (Baca juga: Danjen Kopassus Bersama Aslat KSAD Bahas Latihan Kesiapan Tugas Operasi)
Oleh karenanya Komsos dan pembinaan terhadap Keluarga Besar TNI perlu di jaga dan terus di tingkatkan sehingga dapat menumbuhkan kepedulian serta kepekaan terhadap berbagai aspek kehidupan. “Kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan untuk menumbuhkan sikap peduli pada masyarakat, termasuk keluarga besar TNI,” ujar Danjen Rabu (24/6/2020).
Lebih lanjut perwira peraih penghargaan Adimakayasa tersebut menyampaikan tujuan kegiatan komunikasi sosial adalah untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara prajurit Kopassus dengan Keluarga Besar TNI. ”Disamping itu juga untuk menumbuhkan kesadaran bela negara bagi organisasi Keluarga Besar TNI guna mendukung tugas pokok Kopassus dalam mitigasi bencana alam guna menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI,” tambah perwira bintang dua tersebut. (Baca juga: Danjen Kopassus Salurkan Bansos ke Komunitas Papua Terdampak Covid-19)
Menutup sambutannya Danjen menyampaikan, dari komunikasi sosial ini diharapkan akan ada dialog yang akan melahirkan diskusi tentang permasalahan yang dihadapi, kemudian akan ada negosiasi dan akhirnya berlanjut pada eksekusi tentang apa yang akan dilakukan dalam rangka membangun bangsa ini. ”Membangun bangsa ini tidak bisa hanya melibatkan satu atau dua kelompok atau golongan, akan tetapi kita butuh semua komponen masyarakat, baik TNI/Polri, civitas akademika, organisasi masyarakat, termasuk dari kalangan media,” ucapnya.
Lihat Juga :