Tanggapi tudingan Antasari, Hatta bela SBY
Kamis, 16 Agustus 2012 - 12:42 WIB
Tanggapi tudingan Antasari, Hatta bela SBY
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa memandang bantahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap tudingan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, sudah sesuai dengan fakta.
Pasalnya, apa yang disampaikan Presiden SBY tadi malam merupakan kondisi sebenar-benarnya dari apa yang terjadi pada pertemuan yang dikabarkan membahas kasus Century pada 6 oktober 2008 lalu.
"Saya kira apa yang disampaikan presiden adalah fakta, apa yang terjadi dengan pertemuan tersebut. Tak ada yang dikurangi dan dilebihkan, ini rangkaian pertemuan 6 Oktober 2008 kepada seluruh stakeholder," ujar Hatta saat ditemui di Gedung DPR-MPR Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Lebih lanjut Hatta menambahkan, bantahan SBY tersebut bukanlah bentuk kekawatiran akan citra diri yang rusak, melainkan lebih kepada bagaimana fakta itu disampaikan dengan sebenar-benarnya.
"Gimana sampaikan komponen bangsa, pengusaha, Kadin, universitas, lembaga hukum mengenai dunia yang mengalami. Ini bukan soal khawatir, tapi kebenaran harus disampaikan. Hal-hal yang sangat prinsip harus disampaikan tidak menyangkut Presiden secara pribadi, tapi pemerintahan. Jangan sampai rakyat kita dapat kesan dimanfaatkan untuk hal lain," tegasnya.
Pasalnya, apa yang disampaikan Presiden SBY tadi malam merupakan kondisi sebenar-benarnya dari apa yang terjadi pada pertemuan yang dikabarkan membahas kasus Century pada 6 oktober 2008 lalu.
"Saya kira apa yang disampaikan presiden adalah fakta, apa yang terjadi dengan pertemuan tersebut. Tak ada yang dikurangi dan dilebihkan, ini rangkaian pertemuan 6 Oktober 2008 kepada seluruh stakeholder," ujar Hatta saat ditemui di Gedung DPR-MPR Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Lebih lanjut Hatta menambahkan, bantahan SBY tersebut bukanlah bentuk kekawatiran akan citra diri yang rusak, melainkan lebih kepada bagaimana fakta itu disampaikan dengan sebenar-benarnya.
"Gimana sampaikan komponen bangsa, pengusaha, Kadin, universitas, lembaga hukum mengenai dunia yang mengalami. Ini bukan soal khawatir, tapi kebenaran harus disampaikan. Hal-hal yang sangat prinsip harus disampaikan tidak menyangkut Presiden secara pribadi, tapi pemerintahan. Jangan sampai rakyat kita dapat kesan dimanfaatkan untuk hal lain," tegasnya.
(san)