Denny nilai Antasari hanya cari sensasi
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 11:53 WIB
Denny nilai Antasari hanya cari sensasi
A
A
A
Sindonews.com - Antasari Azhar dinilai hanya ingin mencari sensasi dengan menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin rapat pembahasan skenario pencairan dana sebesar Rp6,7 triliun untuk Bank Century.
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkum HAM) Denny Indrayana mengatakan, apa yang dikatakan Antasari adalah hal yang tidak benar. Hal itu disampaikan, hanya untuk mencari sensasi.
"Ini Bulan Ramadan. Di bulan lain saja tidak boleh kita berbohong, apalagi di bulan suci ini. Saya sarankan janganlah kita menyebar sensasi apalagi fitnah," katanya saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (10/8/2012).
Dia mengaku sangat menyesalkan pernyataan Antasari yang menurutnya bohong dan sensasional itu. "Saya sangat menyesalkan Antasari mengeluarkan statemen sensasional dan bohong di Ramadhan ini. Semoga Beliau cepat sadar dari kekhilafannya," ujarnya.
Dia menegaskan, Presiden SBY tidak mengetahui apapun terkait Bank Century. Apalagi memimpin rapat yang terkait dengan bailout Bank Century seperti yang dituduhkan Antasari Azhar.
Sebelumnya, Antasari menyebut Presiden SBY memimpin rapat dalam pembahasan skenario pencairan dana sebesar Rp6,7 triliun untuk Bank Century. Saat itu, Antasari mengaku diundang SBY ke istana dalam pembahasan tersebut.
Dia bahkan menyebut, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, dan Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Condro Irmantoro juga diketahui hadir menjadi peserta rapat.
Sedangkan anggota kabinet yang hadir di antaranya Menko Polhukam Widodo AS, Pelaksana Tugas Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Andi Mallarangeng, dan Denny Indrayana.
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkum HAM) Denny Indrayana mengatakan, apa yang dikatakan Antasari adalah hal yang tidak benar. Hal itu disampaikan, hanya untuk mencari sensasi.
"Ini Bulan Ramadan. Di bulan lain saja tidak boleh kita berbohong, apalagi di bulan suci ini. Saya sarankan janganlah kita menyebar sensasi apalagi fitnah," katanya saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (10/8/2012).
Dia mengaku sangat menyesalkan pernyataan Antasari yang menurutnya bohong dan sensasional itu. "Saya sangat menyesalkan Antasari mengeluarkan statemen sensasional dan bohong di Ramadhan ini. Semoga Beliau cepat sadar dari kekhilafannya," ujarnya.
Dia menegaskan, Presiden SBY tidak mengetahui apapun terkait Bank Century. Apalagi memimpin rapat yang terkait dengan bailout Bank Century seperti yang dituduhkan Antasari Azhar.
Sebelumnya, Antasari menyebut Presiden SBY memimpin rapat dalam pembahasan skenario pencairan dana sebesar Rp6,7 triliun untuk Bank Century. Saat itu, Antasari mengaku diundang SBY ke istana dalam pembahasan tersebut.
Dia bahkan menyebut, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, dan Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Condro Irmantoro juga diketahui hadir menjadi peserta rapat.
Sedangkan anggota kabinet yang hadir di antaranya Menko Polhukam Widodo AS, Pelaksana Tugas Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Andi Mallarangeng, dan Denny Indrayana.
(lil)