Pencapresan Ical oligarkis, Golkar bisa terpuruk

Senin, 30 Juli 2012 - 09:19 WIB
Pencapresan Ical oligarkis,...
Pencapresan Ical oligarkis, Golkar bisa terpuruk
A A A
Sindonews.com - Sikap Ketua Umum DPP Partai Golkar Abu rizal Bakrie (Ical) yang cenderung otoriter dinilai dapat menyebabkan parpol berlambang pohon beringin tersebut terpuruk pada Pemilu 2014.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah mengatakan, sikap Ical yang otoriter membuat iklim kepengurusan di Golkar menjadi oligarkis.
Misalnya, dalam hal pencapresan dirinya yang seolah-olah sudah demokratis. Menurut Iberamsjah, sikap Ical ini menunjukkan ada rezim baru di Partai Golkar.

“Ical merasa paling benar dan paling berhak memutuskan sesuatu, termasuk proses pencalonan presiden di partainya,” kata Iberamsjah di Jakarta kemarin.
Menurut dia, sudah saatnya para elite dan politisi senior Partai Golkar mela kukan tindakan. Mereka diharapkan bisa mengingatkan semua kadernya bahwa oligarki Ical hanya ditujukan demi kepentingan kelompok kecil elite dengan figur utama Ical.

Iberamsjah mengemukakan, sepanjang sejarahnya, Partai Golkar selalu dikenal sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Budaya penun jukan langsung kandidat capres seperti saat ini sebelumnya tidak dikenal di Golkar.

“Saya sangat menyayangkan sikap Ical yang ngotot dan tidak memedulikan potensi tokoh lain di Golkar. Jika Ical hebat dan punya elektabilitas di internal Golkar, pasti dia akan terpilih, tapi secara demokratis bukan dengan cara pemaksaan yang dilegitimasi di forum rapimnas,” ungkapnya.

Pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) FS Swantoro memperkirakan, peluang Ical akan tetap kecil pada Pemilu Presiden (Pil pres) 2014 kendati menggandeng calon wakil presiden (cawapres) yang berasal dari etnis Jawa.

Misalnya, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Ketua Umum PP Muslimat Na hdlatul Ulama (NU) Khofifah Indarparawansa, dan lainnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar Lalu Mara mengatakan, cawapres yang akan mendampingi Ical di Pilpres 2014 harus berasal dari suku yang besar seperti Jawa atau Sunda.

Menurut dia, partai tidak ingin terlalu terjebak pada kepercayaan di dunia politik bahwa pasangan capres harus ada unsur Jawa. “Kalimatnya tidak harus dari Jawa, tapi suku besar. Jawa dan Sunda itu suku besar. Kami tidak ingin terlalu percaya kepada takhayul politik. Jadi dari mana pun sukunya asalkan suku besar,” katanya.
(lns)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Berita Terkini
Kejaksaan: Roy Suryo...
Kejaksaan: Roy Suryo Salah Alamat Minta Kejari Jaksel Batalkan Penetapan Tersangkanya
Memperkuat Komunikasi...
Memperkuat Komunikasi Partisipatif Koperasi Untuk Ekonomi Kerakyatan
Polda Metro dan Kejari...
Polda Metro dan Kejari Jaksel Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo
Mengelola Anggaran Daerah...
Mengelola Anggaran Daerah di Era Efisiensi
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved