Menko Kesra janji bagi waktu
Jum'at, 20 Juli 2012 - 23:45 WIB
Menko Kesra janji bagi waktu
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono berjanji akan membagi waktunya untuk melaksanakan tugas sebagai pembantu presiden, dan tugasnya di Partai Golkar.
"Pada hari hari tertentu dialokasikan untuk stand by, misalkan Senin sampai Kamis kan sudah jelas itu hari-hari sidang kabinet, sidang kabinet terbatas, sidang kabinet paripurna. Itu sudah tidak perlu ditanyakan lagi, sudah harus tahu itu," katanya di Kemenko Kesra, Jakarta, Jumat (20/7/2012).
Dia mengungkapkan, dengan mengetahui jadwal dengan presiden dan sebagai menteri, maka dirinya bisa mengalokasikan waktunya untuk ke daerah bertemu dengan konstituen. "Jumat, Sabtu, dan Minggu kan bisa ke daerah. Seperti itu cara membagi waktunya," ujarnya.
Dia pun menegaskan tidak akan menyita waktunya hanya untuk kepentingan pribadi dan partainya. "Jangan sampai hari kerja pun tersita perhatiannya untuk partai, kapan ngurus negaranya," ungkapnya.
Bahkan, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu juga akan berjanji untuk bekerja dengan maksimal untuk menekan angka kemiskinan di sekitar 8 atau 10 persen.
Menurutnya, teguran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada anggota kabinet adalah hal yang wajar. Pasalnya, teguran tersebut telah menunjukkan cara kepemimpinan SBY sebagai presiden.
"Pada hari hari tertentu dialokasikan untuk stand by, misalkan Senin sampai Kamis kan sudah jelas itu hari-hari sidang kabinet, sidang kabinet terbatas, sidang kabinet paripurna. Itu sudah tidak perlu ditanyakan lagi, sudah harus tahu itu," katanya di Kemenko Kesra, Jakarta, Jumat (20/7/2012).
Dia mengungkapkan, dengan mengetahui jadwal dengan presiden dan sebagai menteri, maka dirinya bisa mengalokasikan waktunya untuk ke daerah bertemu dengan konstituen. "Jumat, Sabtu, dan Minggu kan bisa ke daerah. Seperti itu cara membagi waktunya," ujarnya.
Dia pun menegaskan tidak akan menyita waktunya hanya untuk kepentingan pribadi dan partainya. "Jangan sampai hari kerja pun tersita perhatiannya untuk partai, kapan ngurus negaranya," ungkapnya.
Bahkan, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu juga akan berjanji untuk bekerja dengan maksimal untuk menekan angka kemiskinan di sekitar 8 atau 10 persen.
Menurutnya, teguran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada anggota kabinet adalah hal yang wajar. Pasalnya, teguran tersebut telah menunjukkan cara kepemimpinan SBY sebagai presiden.
(lil)