Data Corona Berbeda, Pemerintah Harus Hilangkan Ego Sektoral

Selasa, 07 April 2020 - 06:00 WIB
Data Corona Berbeda,...
Data Corona Berbeda, Pemerintah Harus Hilangkan Ego Sektoral
A A A
JAKARTA - Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 haruslah terjalin dengan baik.

Adanya ketidaksesuaian data kasus corona atau COVID-19 seperti diungkapkan Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, menunjukkan bahwa masing-masing lembaga masih mengedepankan ego sektoral, sehingga tidak terbangun koordinasi dengan baik. (Baca juga: Ada Kesenjangan Pikiran Antara Elite dan Rakyat di Tengah Wabah Corona)

Menurut Wakil Ketua Komisi IX Melkiades Laka Lena, dengan banyaknya daerah dan rumah sakit yang bisa melakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mengetahui status pasien COVID-19, maka seharusnya tidak ada lagi kendala dalam pendataan pasien.

"Gugus Tugas Balitbangkes itu melakukan proses swab dengan pola PCR, dan itu yang menjadi rujukan kita positif di Indonesia. Sekarang Balitbangkes daerah ada 10. Juga ada 22 rumah sakit lain yang boleh melakukan tes PCR, seharusnya data tak lagi menjadi kendala," katanya dihubungi SINDOnews, Senin (6/4/2020).

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, perbedaan data pusat dengan daerah soal jumlah pasien COVID-19 sebenarnya bisa dimaklumi karena pola pemeriksaan pasien di daerah masih banyak yang hanya menggunakan rapid test.

Padahal, rapid test tidak bisa dijadikan ukuran seseorang positif atau tidak. Sementara acuan Kemenkes adalah pemeriksaan dengan PCR. "Metodenya berbeda, jadi kalau angkanya berbeda masuk akal," katanya.

Hal yang menjadi persoalan sebenarnya, kata Melki, yakni mengapa data dari Kemenkes yang diberikan kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak seperti yang diberikan kepada Gugus Tugas. "Ini yang membuat mereka (Gugus Tugas) kaget karena data Kemenkes ke WHO yang begitu detail, dan itu Gugus Tugas gak dapat. Harusnya data yang sama," tuturnya.

Menurut Melki, hal inilah yang perlu disinkronkan. Menurutnya, karena Presiden dalam hal penanganan kasus COVID-19 sudah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang terdiri dari berbagai lembaga dan kementerian, maka semua data, SDM, dan lainnya seharusnya tunduk di bawah kendali Gugus Tugas.

"Kemenkes dan daerah harusnya kooperatif dengan Gugus Tugas. Semua data daerah harus masuk ke Gugus Tugas. Semua operasional dalam penanganan COVID-19 harus di bawah kendali Gugus Tugas. Ini yang terjadi ego sektoral masih tinggi," katanya.

Diketahui, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo membenarkan bahwa data kasus positif corona yang selama ini disajikan pemerintah pusat tidak sinkron dengan milik pemerintah daerah. Dia berdalih data yang diterima dari Kemenkes terbatas.
(nbs)
Berita Terkait
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Gelar Diskusi Virtual,...
Gelar Diskusi Virtual, Puan Ajak Parlemen Internasional Lawan Corona
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
Eksistensi Satgas Lawan...
Eksistensi Satgas Lawan Pandemi DPR Dinilai Efektif Tekan Corona
DPR Minta Kemenpora...
DPR Minta Kemenpora Lindungi Atlet dari Ancaman Corona
Pengamat: Kritik Najwa...
Pengamat: Kritik Najwa Shihab Biasa Saja, DPR Tunjukkan Saja Kinerjanya
Berita Terkini
Balada Silmy Karim,...
Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
KPK Tahan Wamen Imipas...
KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Eks Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Kenakan Rompi Oranye dan Diborgol
Prabowo: Makan Masalah...
Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved