APD yang Telah Didistribusikan Pusat Menjadi Kewenangan Gugus Tugas Daerah

Jum'at, 27 Maret 2020 - 13:14 WIB
APD yang Telah Didistribusikan...
APD yang Telah Didistribusikan Pusat Menjadi Kewenangan Gugus Tugas Daerah
A A A
JAKARTA - Staf Operasi TNI Kolonel Infanteri Aditya Nindra Pasha mengungkapkan Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah didistribusikan ke beberapa daerah akan menjadi tanggung jawab Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah. Sehingga, dalam hal ini Gugus Tugas di daerah yang kemudian memiliki kewenangan penuh guna pemenuhan kebutuhan APD tersebut.

"Prioritas distrubusi APD yang ada di tiap daerah itu menjadi wewenang Gugus Tugas Daerah yang memiliki data tentang spot atau wilayah yang membutuhkan. Sehingga bagi masyarakat tiap daerah dapat berkomunikasi dengan Gugus Tugas di daerah untuk mendapatkan alokasi APD di daerah," ungkap Aditya dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Saat ini, jelas Aditya, jumlah stok yang dimiliki oleh Gugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Gudang Gugus Tugas Nasional Lanud Halim Perdanakusuma adalah 170 ribu APD. Kemudian yang telah terdistribusi sebanyak 151 ribu dan cadangan ada 19 ribu.

Dalam hal ini perlu diketahui juga bahwa ada beberapa yang sudah dialokasikan untuk daerah, namun belum diambil. Beberapa daerah yang belum mengambil APD meliputi Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tengah. "Sudah terdistribusi 151 ribu sehingga cadangan nasional yang ada adalah 19 ribu." (Baca juga: Tegal Lockdown, Pengamat Nilai Pemerintah Pusat dan Daerah Mulai Tak Sejalan ).

Adapun pelaksanaan distribusi APD dilakukan melalui dua skema. Pertama, APD didorong atau dikirimkan ke wilayah yang kesulitan transportasi seperti di Papua dan Papua barat serta wilayah di perbatasan dengan bantuan TNI. Hal tersebut dilakukan untuk percepatan pemenuhan untuk wilayah skala prioritas. Kedua, beberapa dari daerah/provinsi mengirimkan tim untuk mengambil secara mandiri sehingga kebutuhan di tiap daerah dapat dipenuhi secara cepat.
(zik)
Berita Terkait
Jangan Kaget jika Jumlah...
Jangan Kaget jika Jumlah Positif Corona Naik Pekan Depan, Ini Penyebabnya
BNPB Ajak 115 Organisasi...
BNPB Ajak 115 Organisasi Sinergi Penanggulangan Bencana dan Atasi Corona
Saat Pandemi Corona,...
Saat Pandemi Corona, Banjir Terjang Ratusan Rumah di Sejumlah Wilayah
Temukan Kasus Positif...
Temukan Kasus Positif Corona, Pemerintah Target Tes PCR 10 Ribu Per Hari
Kabar Baik, Pasien Sembuh...
Kabar Baik, Pasien Sembuh COVID-19 Tembus Angka 1.002 Orang
Kemenkes Jelaskan Alur...
Kemenkes Jelaskan Alur Pengumpulan Data COVID-19 di Indonesia
Berita Terkini
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved