Jumlah Positif Corona Diprediksi Naik Pekan Depan, Ini Penyebabnya

Selasa, 12 Mei 2020 - 21:12 WIB
loading...
Jumlah Positif Corona...
Pelaksanaan swab test atau uji usap di Stasiun Bekasi, Jawa Barat. Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tengah meningatkan kemampuan testing dan kapasitas rumah sakit (RS) di berbagai daerah di Indonesia. Untuk itu, pihaknya meminta agar DPR maupun publik tidak kaget saat terjadi peningkatan kasus positif di daerah hingga 40.000 kasus karena Indonesia ditargetkan masuk puncak pandemi pada akhir Mei atau awal Juni.

“Soal PSBB, pusat mungkin sudah mulai turun tapi daerah mulai naik. Daerah ini harapannya memang hasil positif kita targetkan untuk naik, karena kita itu ditargetkan Pak Presiden bisa 10 ribu testing hari. Tapi, karena kapasitas lab, alat dan SDM kita yang masih terbatas," kata Plt Deputi 2 Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Virtual dengan Komisi VIII DPR, Selasa (12/5/2020).

"Gugus Tugas Pusat terus meningkatkan kapasitas testing, kapasitas lab ini sehingga, diharapkan akhir minggu sudah bisa naik, jangan kaget Bapak Ibu minggu depan hasil positif akan banyak naiknya," tambahnya.

Dody menjelaskan, secara teknis memang harus ada peningkatan kasus agar pemerintah bisa mempercepat penyelesaian pandemi Covid-19 ini. Harapannya, akan ada penambahan sebanyak 40.000 kasus positif pada minggu depan agar jumlah tersebut bisa mewakili daerah yang termasuk zona merah.

"Ini tidak ada hubungan langsung, testing dengan yang di rumah sakit. Yang kita jaga justru yang meninggal ini karena secara statistik yang meninggal 6-7% yang kritis dari semua yang positif," terangnya. (Baca juga: Achmad Yurianto: Kita Tidak Bisa Secara Arogan Melawan Covid-19 ).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Apel Kesiapsiagaan Karhutla...
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
Hujan Deras Intai Indonesia...
Hujan Deras Intai Indonesia hingga Sepekan ke Depan, BNPB: Minta Masyarat Waspada
BNPB Tarik Utang Luar...
BNPB Tarik Utang Luar Negeri Rp949 Miliar Buat Alat Deteksi Gempa dan Tsunami
Update Korban Bencana...
Update Korban Bencana Sumatera: 1.200 Orang Meninggal Dunia, 143 Masih Hilang
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Rekomendasi
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Beri Dukungan untuk Nikita Mirzani Jelang Sidang PK Perdana
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Berita Terkini
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Infografis
Siap-siap, Tarif PPN...
Siap-siap, Tarif PPN Bakal Naik 12% Mulai Tahun Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved