PPATK Ungkap Pemain Judi Online Mayoritas Berpenghasilan di Bawah Rp5 Juta
Kamis, 08 Mei 2025 - 18:45 WIB
loading...
Ketua PPATK Ivan Yustiavandana mengungkap temuan bahwa mayoritas para pemain judi online memiliki penghasilan di bawah Rp5 juta. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan bahwa mayoritas para pemain judi online memiliki penghasilan di bawah Rp5 juta. PPATK juga menemukan, mayoritas penjudi online menggunakan sebagian besar pemasukannya untuk deposit.
Ketua PPATK Ivan Yustiavandana mengungkap temuan itu dalam Program Monitoring Berbasis Resiko (Promensisko) 2025 TPPU dan TPPT Dari Tindak Pidana Siber yang digelar oleh PPATK secara daring, Kamis (8/5/2025).
"Kalau dilihat dari data Q1 2025, dari 1.066.000 pemain judi online, itu 71% adalah mereka yang berpenghasilan 5 juta ke bawah," kata Ivan dalam sambutannya.
Ivan pun mengatakan, PPATK juga menemukan perilaku penjudi online yang menggunakan sebagian besar pemasukannya untuk deposit.
"Perhari ini PPATK menemukan masifnya perolehan income itu dipakai sampai 73%. Ada yang 100 persen," ujar Ivan.
"Dulu tidak sampai segitu. Dulu kemungkinan dapat Rp1 juta dibuang cuma Rp300 ribu. Sekarang (pemasukan) Rp1 juta, Rp 900 ribu bisa terbuang untuk judi online. Atau bahkan seluruhnya," papar Ivan.
Ivan menilai, perilaku pemain judi online menggunakan uang untuk deposit semakin boros untuk deposit.
Ketua PPATK Ivan Yustiavandana mengungkap temuan itu dalam Program Monitoring Berbasis Resiko (Promensisko) 2025 TPPU dan TPPT Dari Tindak Pidana Siber yang digelar oleh PPATK secara daring, Kamis (8/5/2025).
"Kalau dilihat dari data Q1 2025, dari 1.066.000 pemain judi online, itu 71% adalah mereka yang berpenghasilan 5 juta ke bawah," kata Ivan dalam sambutannya.
Ivan pun mengatakan, PPATK juga menemukan perilaku penjudi online yang menggunakan sebagian besar pemasukannya untuk deposit.
"Perhari ini PPATK menemukan masifnya perolehan income itu dipakai sampai 73%. Ada yang 100 persen," ujar Ivan.
"Dulu tidak sampai segitu. Dulu kemungkinan dapat Rp1 juta dibuang cuma Rp300 ribu. Sekarang (pemasukan) Rp1 juta, Rp 900 ribu bisa terbuang untuk judi online. Atau bahkan seluruhnya," papar Ivan.
Ivan menilai, perilaku pemain judi online menggunakan uang untuk deposit semakin boros untuk deposit.
Lihat Juga :