Yuri: Screening Massal Terus Dilakukan untuk Deteksi Corona

Kamis, 26 Maret 2020 - 17:39 WIB
Yuri: Screening Massal...
Yuri: Screening Massal Terus Dilakukan untuk Deteksi Corona
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona (COVID-19) Achmad Yurianto menegaskan pemerintah terus mengupayakan pelaksanaan deteksi dini melalui screening massal.

“Kita sudah mengupayakan untuk pelaksanaan deteksi dini. Kita sudah melakukan upaya untuk melaksanakan pemeriksaan massal, screening namanya,” ungkap Yuri di Graha BNPB, Jakarta (26/3/2020). (Baca juga: Corona Terus Makan Korban, 893 Orang Terinfeksi, 78 Meninggal Dunia)

Screening yang dilakukan pemerintah adalah dengan menggunakan metode rapid test atau pemeriksaan cepat, ini ditujukan untuk segera menemukan dugaan kasus positif. “Karena kepastian adanya kasus positif adalah melalui pemeriksaan virus secara langsung yang kita lakukan dengan menggunakan swap pada dinding hidung ataupun pada dinding belakang dari tenggorokan kita,” jelas Yuri. (Baca juga: Perang Melawan Corona, Indonesia Butuh 1.500 Dokter dan 2.500 Perawat)

Swap ini dilakukan dengan prosedur yang khusus yakni, pemeriksaan yang sebut dengan Real Time PCR. Tetapi, kata Yuri, pemeriksaan rapid test juga menjadi penting. “Dengan pemeriksaan antibodi memang memiliki beberapa kekurangan tetapi inilah sebagai upaya kita untuk melakukan screening awal di dalam konteks untuk melakukan pengawasan terhadap dugaan kasus positif,” katanya.

Sehingga rapid test yang dilaksanakan dengan menggunakan sampel darah itu ditujukan adalah untuk menindaklanjuti hasil penelusuran kontak. “Harapan kita bahwa kontak dekat dari kasus positif yang sudah terkonfirmasi dan kita rawat di rumah sakit bisa kita tindak lanjuti dengan penelusuran dan mencari kemungkinan adanya kasus positif yang lain di masyarakat,” jelas Yuri.

Namun, Yuri mengatakan hasil pemeriksaan rapid test negatif tidaklah dimaknai bahwa ada jaminan yang bersangkutan tidak sedang sakit. “Beberapa waktu yang lalu sudah beberapa kali kami sampaikan bahwa screening awal dengan hasil negatif dimaknai kemungkinan memang belum muncul antibodi dari tubuh seseorang yang sudah terinfeksi virus,” katanya.

Apalagi, untuk membentuk antibodi dibutuhkan waktu kurang lebih sekitar 6 sampai 7 hari. Setelah itu baru bisa diukur untuk kemudian dapat dikatakan positif atau bukan. “Harapan saya ke depan adalah screening tes semata-mata ditujukan untuk mencari kasus-kasus yang mungkin positif,” jelas Yuri.

Kepastian kasus positif ini, tambah Yuri juga akan didapatkan dari pemeriksaan PCR. “Tentunya inilah yang menjadikan guidance kita. Tetapi dari hasil pemeriksaan rapid test kita sudah bisa memberikan saran bisa memberikan rekomendasi kepada yang bersangkutan untuk melaksanakan pembatasan secara mandiri,” kata Yuri.
(cip)
Berita Terkait
Kemenkes Jelaskan Alur...
Kemenkes Jelaskan Alur Pengumpulan Data COVID-19 di Indonesia
Hari Kesiapsiagaan Bencana,...
Hari Kesiapsiagaan Bencana, Doni Ajak Masyarakat Putus Penyebaran Corona
Jangan Kaget jika Jumlah...
Jangan Kaget jika Jumlah Positif Corona Naik Pekan Depan, Ini Penyebabnya
Komite II DPD Rapat...
Komite II DPD Rapat Virtual dengan BNPB
Sejumlah Langkah BNPB...
Sejumlah Langkah BNPB Antisipasi Corona di Tengah Bencana NTT dan NTB
Pesan Menpora pada Penyelenggara...
Pesan Menpora pada Penyelenggara Kompetisi: Prioritaskan Faktor Kesehatan dan Keselamatan
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved