Pemerintah Diminta Intervensi Normalkan Harga Masker dan Bahan Pokok

Jum'at, 13 Maret 2020 - 15:15 WIB
Pemerintah Diminta Intervensi...
Pemerintah Diminta Intervensi Normalkan Harga Masker dan Bahan Pokok
A A A
JAKARTA - Virus Corona (COVID-19) yang melanda berbagai negara di dunia termasuk Indonesia telah membuat harga masker, hand sanitizer dan bahan pokok atau sembako menjadi mahal bahkan jauh dari kata wajar. Untuk itu, Komisi VI DPR meminta agar pemerintah dapat mengintervensi agar harga menjadi normal.

“Terkait Corona, masker dan hand sanitizer harganya di pasar melonjak. Perlu intrvensi pemerintah biar menormalkan harga.
Jadi gini pemerintah hadir untuk atur kalau kondisi sudah tidak teratur, ini logika yang harus dibangun, maka pemerintah harus hadir mengatur. Kalau sudah tidak wajar, pemerintah harus mewajarkan,” ujar Anggota Komisi VI Ananta Wahana di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2020). (Baca juga: Pemerintah: Ada 12 Pasien dalam Pengawasan Corona Dimonitor Khusus )

Menurut Politikus PDIP ini, jika memang masyarakat sudah menilai bahwa harganya sudah tidak wajar, sudah sangat meberatkan bahkan membuat situasi pasar menjadi kacau maka pemerintah harus hadir untuk menyelesaikannya dengan segala kewenangan yang dimiliki.

“Wong pemerintah itu semuanya dengan regulasi saja selesai, itu harus diselesaikan, tidak boleh harga sampai di luar batas. Tidak boleh sampai kehabisan, ini mesti harus ada intervensi pemerintah untuk menenangkan, salah satunya menenangkan hati masyarakat itu harga jangan sampai dimainkan,” jelas pria yang akrab disapa Nanta ini.

Begitu halnya dengan jumlah masker, hand sanitizer dan bahan pokok lainnya, Nanta melanjutkan, jangan sampai menjadi barang yang langka. Menurutnya menjadi hal yang tidak wajar kalau sampai masker itu tiba-tiba tidak ada di pasaran. Tentunya hal ini menjadi tanggung jawab dan keprihatinan bersama.

“Inilah dituntut semua warga negara termasuk pelaku bisnis untuk bersama melakukan keprihatinan ini menggendong bersama, tanggung jawab bersama,” tegas mantan Anggota DPRD Provinsi Banten itu.

Nanta khawatir bahwa jika kenaikan harga yang tidak masik akal ini terus menerus terjadi maka, peluang pasar dalam negeri yang ikut dirugikan karena pada akhirnya peluang impor pun dibuka secara besar-besaran. Harga pasar ini harus segera diatur oleh pemerintah dan itu menjadi hal yang mudah jika barangnya memang mencukupi.

“Nah kita yakini barang itu sebetulnya relatif mencukupi, tapi karena ini dibuat, didramatisir, malah sekarang ini sudah mulai dibuka keran impor. Kayak misalnya kasus gula itu, akhirnya ngomong sudah enggak ada enggak ada, Menteri Perdagangan terus buka peluang impor, izin impor yang cukup besar,” terangnya.

“Kalau itu apa yang terjadi, maka akan merugikan pasar lokal, pengusaha-pengusaha lokal. Saya pikir ini memang harus duduk bersama, memberikan kesadaran bersama supaya masalah ini harus digendong bersama-sama,” papar Nanta.

Lebih dari itu, Nanta menilai bahwa apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah dengan operasi pasar dan penindakan terhadap penimbun masker itu sudah benar. Hanya saja, operasi pasar dan penindakan-penindakan itu harus lebih masif lagi dan harus disiasati secara bersama-sama. (Baca juga: Pemerintah Temukan Sumber Awal Penularan Pasien Corona Nomor 27 )

“Jangan hanya ketika ada keluhan baru ditangani tetapi nanti sudah berhenti lagi, sistematisnya harus dilakukan, mau ada mau tidak keluhan lakukan ini supaya situasinya memang siap,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Gelar Diskusi Virtual,...
Gelar Diskusi Virtual, Puan Ajak Parlemen Internasional Lawan Corona
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Minta Kemenpora...
DPR Minta Kemenpora Lindungi Atlet dari Ancaman Corona
Eksistensi Satgas Lawan...
Eksistensi Satgas Lawan Pandemi DPR Dinilai Efektif Tekan Corona
Fokus Penanganan Corona,...
Fokus Penanganan Corona, Baleg DPR Realistis Capaian Prolegnas 2020
Berita Terkini
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved