alexametrics

Hari Perempuan Internasional

Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Politik dan Ekonomi Harus Ditingkatkan

loading...
A+ A-
JAKARTA - Anggota DPR RI Puteri Anetta Komarudin menyebut bahwa tujuan memajukan masyarakat tidak akan tercapai tanpa mempromosikan kesetaraan gender dan meningkatkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan dalam politik dan ekonomi. Namun, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mewujudkannya.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa perempuan memainkan peran integral dalam perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa. Sayangnya, bagian ini sering diabaikan dan direndahkan karena kendala struktur gender dalam masyarakat," ujar Puteri kepada SINDOnews, Minggu (8/3/2020).

Puteri menyampaikan hal itu terkait Hari Perempuan Internasional yang jatuh tiap 8 Maret. Menurutnya, kesetaraan gender harus dimulai dari memahami kehadiran yang setara antara laki-laki dan perempuan dan berupaya untuk menciptakan keseimbangan kekuatan antara gender, dengan memberdayakan perempuan untuk secara aktif terlibat dalam pengambilan keputusan strategis, yang selama ini telah didominasi oleh laki-laki.



"Representasi perempuan dan partisipasi yang setara dalam politik sangat penting untuk memastikan bahwa perempuan dapat secara bebas menggunakan hak-hak mereka dan memenuhi potensi mereka tanpa terkendali. Saya percaya representasi dan partisipasi ini harus ditingkatkan dengan mempromosikan perempuan untuk mengambil peran sentral dalam proses pengambilan keputusan strategis. Peran ini lazim dalam memastikan bahwa keputusan tersebut mencerminkan kepentingan terbaik perempuan," jelasnya.

Politikus Partai Golkar ini menambahkan, kombinasi kerangka hukum dan kebijakan di Indonesia menghasilkan tren peningkatan perempuan yang terpilih dalam pemilihan legislatif. Khususnya, dalam Pemilu 2019, dari 575 anggota parlemen yang terpilih, 118 di antaranya adalah perempuan. "Ini adalah peningkatan yang signifikan dalam persentase dari 17,32 persen pada masa parlementer sebelumnya menjadi 21 persen," ujar Putkom, sapaan akrabnya. (Baca juga: Kiprah Perempuan, Sudah Sejauh Mana?).

Putkom menambahkan, untuk negara dengan budaya patriarki yang meresap, tren yang meningkat ini merupakan pencapaian yang menjadi motivasi bagi perempuan politik dan bertujuan untuk persentase yang lebih tinggi di masa depan. "Komitmen kami memang dimulai dari inisiatif pemerintah, tetapi sekarang dampaknya telah mencapai sektor swasta."

Di sektor bisnis, karena Indonesia adalah rumah bagi lima startup unicorn, Putkom juga senang melihat bahwa 31 persen perempuan memperoleh posisi manajerial di perusahaan startup Indonesia. Ini adalah prestasi yang membantu menghancurkan stereotip gender perempuan yang persisten di bidang STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics); semakin meningkatnya Kehadiran perempuan di STEM, khususnya sektor IT, membantu membuka jalan menuju integrasi kebijakan-data gender dalam jangka panjang.

Terkait perlindungan hak-hak perempuan di tempat kerja, pihaknya juga berpendapat pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja bagi perempuan yang bekerja dengan memberikan cuti hamil, ruang laktasi, dan pusat penitipan anak dan jam kerja yang fleksibel bagi perempuan hamil.

"Kami percaya bahwa pemenuhan hak-hak reproduksi perempuan dapat melepaskan potensi penuh perempuan tanpa perlu menghasilkan prospek kepemimpinannya. Karena kami ingin merayakan pencapaian tersebut, kami mengakui seberapa jauh kami masih harus melangkah dan seberapa kuat perjuangan untuk kesetaraan dan penghormatan gender," kata anggota Komisi XI DPR RI ini.

Dengan demikian, lanjut Putkom, di masa depan, pihaknya terus berusaha agar semua lini pemerintahan di Indonesia akan terus mempromosikan kepemimpinan dan peran perempuan dalam pengambilan keputusan dan mengakui peran penting kontribusi perempuan dalam menciptakan peluang ekonomi dan memberdayakan masyarakat lokal.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top