Rizal Ramli Tanggapi Omongan Megawati: Nyindir Siapa ya? Ini Mah Telak
Kamis, 20 Februari 2020 - 12:50 WIB
Rizal Ramli Tanggapi Omongan Megawati: Nyindir Siapa ya? Ini Mah Telak
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap elite politik yang memaksakan anaknya masuk menjadi pemimpin politik.
Pernyataan yang disampaikan Megawati dalam acara pengumuman pasangan calon Pilkada 2020 di Kantor DPP PDIP Jakarta pada Rabu 19 Februari kemarin itu mengundang pertanyaan sejumlah pihak.
Salah satunya Rizal Ramli. Ekonom yang pernah beberapa kali menjabat menteri ini penasaran dengan pernyataan Megawati.
Dia menilai pernyataan Ketua Umum PDIP itu sangat tajam. Ini mbak Mega nyindir sopo yo ? Ini mah telak," kata Rizal melalui akun Twitternya @RamliRizal, Rabu 19 Februari 2020. (Baca juga: Merasa Kesal, Megawati: Anak Tak Mampu Jadi Pemimpin Jangan Dipaksa-paksa )
Komentar Rizal Ramli menanggapi pernyataan Megawati yang kesal dengan elite politik yang memaksa anaknya menjadi pemimpin.
"Kalau enggak anak'e, kalau ndak istrine, kalau enggak ponakane, lho nanti pasti ada yang bilang lho Ibu kan juga, tapi kan saya membuktikan. Saya enggak pernah, saya hanya, anak saya kamu jadilah sesuai dengan apa yang kamu jalankan," ucap Megawati.
Pernyataan Megawati menimbulkan spekulasi. Direktur IndoStrategi Arif Nurul Imam, sindiran Megawati Soekarnoputri itu bisa saja ditujukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sebab, Anak Sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan menantunya, Bobby maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Adapun Gibran maju Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo, sedangkan Bobby maju Pilwalkot Medan.
"Sindiran ini juga kemungkinan juga menyasar ke Presiden Jokowi karena anak dan menantunya maju dalam Pilkada," ujar Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Rabu 19 Februari 2020. (Baca juga: Sindiran Megawati soal Jangan Paksa Anak Jadi Pemimpin Dinilai Bisa Ditujukan ke Jokowi dan SBY )
Sindiran Megawati itu juga dinilai bisa menyasar ke Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, Putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hendak maju di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.
"Kita tahu perseteruan Mega vs SBY hingga kini belum cair, sehingga secara diam-diam selalu saling mendelegetimasi secara politik," tandasnya.
Pernyataan yang disampaikan Megawati dalam acara pengumuman pasangan calon Pilkada 2020 di Kantor DPP PDIP Jakarta pada Rabu 19 Februari kemarin itu mengundang pertanyaan sejumlah pihak.
Salah satunya Rizal Ramli. Ekonom yang pernah beberapa kali menjabat menteri ini penasaran dengan pernyataan Megawati.
Dia menilai pernyataan Ketua Umum PDIP itu sangat tajam. Ini mbak Mega nyindir sopo yo ? Ini mah telak," kata Rizal melalui akun Twitternya @RamliRizal, Rabu 19 Februari 2020. (Baca juga: Merasa Kesal, Megawati: Anak Tak Mampu Jadi Pemimpin Jangan Dipaksa-paksa )
Komentar Rizal Ramli menanggapi pernyataan Megawati yang kesal dengan elite politik yang memaksa anaknya menjadi pemimpin.
"Kalau enggak anak'e, kalau ndak istrine, kalau enggak ponakane, lho nanti pasti ada yang bilang lho Ibu kan juga, tapi kan saya membuktikan. Saya enggak pernah, saya hanya, anak saya kamu jadilah sesuai dengan apa yang kamu jalankan," ucap Megawati.
Pernyataan Megawati menimbulkan spekulasi. Direktur IndoStrategi Arif Nurul Imam, sindiran Megawati Soekarnoputri itu bisa saja ditujukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sebab, Anak Sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan menantunya, Bobby maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Adapun Gibran maju Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo, sedangkan Bobby maju Pilwalkot Medan.
"Sindiran ini juga kemungkinan juga menyasar ke Presiden Jokowi karena anak dan menantunya maju dalam Pilkada," ujar Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Rabu 19 Februari 2020. (Baca juga: Sindiran Megawati soal Jangan Paksa Anak Jadi Pemimpin Dinilai Bisa Ditujukan ke Jokowi dan SBY )
Sindiran Megawati itu juga dinilai bisa menyasar ke Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, Putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hendak maju di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.
"Kita tahu perseteruan Mega vs SBY hingga kini belum cair, sehingga secara diam-diam selalu saling mendelegetimasi secara politik," tandasnya.
(dam)