Bawa Senjata Tajam, Pendukung Salah Satu Caketum PAN Ditangkap Polisi
Senin, 10 Februari 2020 - 17:30 WIB
Bawa Senjata Tajam, Pendukung Salah Satu Caketum PAN Ditangkap Polisi
A
A
A
JAKARTA - Polres Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan razia jelang penyelenggaraan Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) yang akan dibuka nanti malam di Hotel Claro, pada Senin (10/2/2020).
Dalam operasi yang dilakukan di Pelabuhan Kendari, Polres Kendari mendapati sejumlah pendukung salah satu calon Ketua Umum PAN membawa senjata tajam berupa golok. (Baca juga: PAN Memanas, Massa Desak Tutup Pendaftaran Peserta Kongres)
Untuk menjaga kondusivitas Kongres PAN, Aparat gabungan yang terdiri dari Polda Sulawesi Tenggara, Polres Kendari, Polres Konawe, Polres Konawe Selatan dan personel TNI kerahkan. "Baik dari Polda Sultra, kemudian Polres Kendari Polres Konawe, kemudian Polres Konawe Selatan, kemudian dari TNI dan jumlah total 1.200 yang mengamankan kegiatan," kata Dirsamapta Polda Sultra Kombes Pol Budi Wasono. (Baca juga: Klaim Didukung 30 DPW, Zulkifli Hasan Daftar Calon Ketum PAN)
Jelang pembukaan nanti malam, Kongres PAN sendiri berlangsung ricuh. Penyebabnya pendukung salah satu calon ketua umum PAN meminta agar Kongres diboikot dan menutup pendaftaran dari Kongres ke V PAN. Keributan terjadi sekitar pukul 14.30 Wita. Peserta kongres saling adu tinggi suara antara satu dengan lainnya. "Kita boikot kongres kalau tidak hentikan pendaftaran," teriak seorang peserta kongres PAN.
Kericuhan pun tak bisa dihindarkan, menurut pantauan dan informasi yang diterima SINDOnews, lima laptop panitia hilang akibat kericuhan tersebut. Panitia pun menjadi korban pemukulan dari kericuhan tersebut.
Dalam operasi yang dilakukan di Pelabuhan Kendari, Polres Kendari mendapati sejumlah pendukung salah satu calon Ketua Umum PAN membawa senjata tajam berupa golok. (Baca juga: PAN Memanas, Massa Desak Tutup Pendaftaran Peserta Kongres)
Untuk menjaga kondusivitas Kongres PAN, Aparat gabungan yang terdiri dari Polda Sulawesi Tenggara, Polres Kendari, Polres Konawe, Polres Konawe Selatan dan personel TNI kerahkan. "Baik dari Polda Sultra, kemudian Polres Kendari Polres Konawe, kemudian Polres Konawe Selatan, kemudian dari TNI dan jumlah total 1.200 yang mengamankan kegiatan," kata Dirsamapta Polda Sultra Kombes Pol Budi Wasono. (Baca juga: Klaim Didukung 30 DPW, Zulkifli Hasan Daftar Calon Ketum PAN)
Jelang pembukaan nanti malam, Kongres PAN sendiri berlangsung ricuh. Penyebabnya pendukung salah satu calon ketua umum PAN meminta agar Kongres diboikot dan menutup pendaftaran dari Kongres ke V PAN. Keributan terjadi sekitar pukul 14.30 Wita. Peserta kongres saling adu tinggi suara antara satu dengan lainnya. "Kita boikot kongres kalau tidak hentikan pendaftaran," teriak seorang peserta kongres PAN.
Kericuhan pun tak bisa dihindarkan, menurut pantauan dan informasi yang diterima SINDOnews, lima laptop panitia hilang akibat kericuhan tersebut. Panitia pun menjadi korban pemukulan dari kericuhan tersebut.
(cip)