Pengamat: Peristiwa Besar Bermunculan dalam 100 Hari Jokowi-Ma'ruf

Rabu, 29 Januari 2020 - 10:03 WIB
Pengamat: Peristiwa...
Pengamat: Peristiwa Besar Bermunculan dalam 100 Hari Jokowi-Ma'ruf
A A A
JAKARTA - Direktur Politik Hukum Wain Advisory Indonesia, Sulthan Muhammad Yus menganggap memasuki usia 100 hari Pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin mulai hilang fokus terutama dalam bidang penegakan hukum.

"Peristiwa besar kini bermunculan dalam 100 hari terakhir. Ada kasus Jiwasraya lalu Asabri dan beragam peristiwa hukum lainnya yang kian bermunculan ke publik," ujar Sulthan saat dihubungi SINDOnews, Rabu (29/1/2020). (Baca juga: Haris Azhar Kritik Kinerja 100 Hari Jokowi-Ma'ruf di Bidang Hukum )

Menurut Sulthan, kondisi itu menguji keseriusan Presiden Jokowi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Semakin kasus-kasus tersebut dibiarkan mengambang dengan penanganan yang melambat, maka semakin menguatkan kecurigaan publik. Sehingga hal semacam itu tidak perlu terjadi.

"Oleh karenanya presiden perlu menunjukkan ketegasan dengan memerintahkan kepada aparat penegak hukum untuk secara cepat dan serius menangani skandal Jiwasraya," jelasnya.

Lebih lanjut Sulthan mengatakan, menjadi kepala pemerintahan itu tidak bisa memilih fokus pada titik-titik tertentu saja. Ia seharusnya berkonsentrasi penuh pada seluruh persoalan-persoalan kerakyatan.

"Karena bagaimanapun jika hukum tidak kuat apalagi bisa dinegoisasikan maka proses pertumbuhan ekonomi bisa ikut terhambat," tutur dia.

Menurutnya, negara hukum demokrasi harus seiring berjalan dengan ekonomi. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu melihat ke sana ke sini untuk menemukan solusi pembangunan. Cukup kembali pada konstitusi negara yang di dalamnya telah mengatur secara menyeluruh norma dasar tentang konsep sebuah negara hukum demokrasi dengan pondasi ekonomi yang kokoh. (Baca juga: PKS Nilai Pemerintah Tak Punya Itikad Baik ke Rakyat Kecil )

"Saya lihat UUD 1945 lebih dari cukup untuk menjadi rambu-rambu bagi nahkoda dalam upaya mencapai tujuan negara kesejahteraan. Hemat saya demikian agar menjadi fokus bagi presiden dan wakil presiden. Bukankah tidak ada visi misi menteri kecuali hanya visi misi presiden," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Istana Buka Kemungkinan...
Istana Buka Kemungkinan Reshuffle Kabinet Sebelum 2020 Berakhir
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Prabowo dan PM Singapura...
Prabowo dan PM Singapura Bakal Teken 26 MoU dalam Leaders' Retreat di Istana Merdeka
Usai Ramai Amplop dari...
Usai Ramai Amplop dari Bupati Kuansing, Menhut Lapor Penolakan Gratifikasi ke KPK
Oleh Soleh Dukung Perpres...
Oleh Soleh Dukung Perpres 111/2025: LGBTQ Sudah Jadi Ancaman Nonmiliter
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
DPR Soroti Maraknya...
DPR Soroti Maraknya Kampanye LGBT, Dinilai Bisa Ganggu Ketahanan Nasional
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved