Heboh Corona, Desakan Larang WNA China Masuk Indonesia Terus Mengalir

Selasa, 28 Januari 2020 - 09:37 WIB
Heboh Corona, Desakan...
Heboh Corona, Desakan Larang WNA China Masuk Indonesia Terus Mengalir
A A A
JAKARTA - Desakan agar Pemerintah Indonesia melarang warga negara China untuk masuk ke Indonesia terus mengalir.

Langkah itu dinilai penting untuk mengantisipasi masuknya virus Corona jenis baru (2019-nCOV) asal Wuhan, China masuk ke Indonesia.

Permintaan itu, salah satunya datang dari anggota DPR Tifatul Sembiring. Dia meminta agar Pemerintah Indonesia menutup penerbangan langsung dari bandara-bandara yang ada di China.

"Assalamu’alaikum wr wb.Saya Tifatul Sembiring, Anggota DPR RI A-411 Fraksi PKS meminta Pemerintah Pusat cq Kementerian Hukum dan HAM RI: tutup penerbangan langsung dari bandara-bandara China ke Indonesia, untuk sementara. Sebagai tindakan preventif pencegahan menyebarnya virus Corona," tulis Tifatul melalui akun Twitternya, @tifsembiring, Senin 27 Januari 2020. (Baca juga: Pemerintah Diminta Tak Anggap Remeh Virus Corona )

Pendapat senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang menilai penting bagi Indonesia untuk melarang wisatawan asal China untuk melindungi Indonesia dari virus Corona.

Hidayat juga meminta kepada Pemerintah untuk segera melakukan evakuasi terhadap warga negara Indonesia yang masuk ke Indonesia.

"Sebagai negara yang harus lindungi tumpahdarah Indonesia termasuk dari wabah virus corona yg berasal dari China, Pemerintah RI penting segera laksanakan keputusan Ombudsman RImelarang pekerja asal China dan wisatawan dari China masuk ke Indonesia. Juga untuk segera evakuasi WNI di Wuhan dan lainnya," tulis Hidayat melalui akun Twitternya, @hnurwahid. (Baca juga: Heboh Virus Corona, Menkes: 243 WNI di Wuhan dalam Kondisi Sehat )

Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendesak Pemerintah Indonesia segera melakukan langkah-langkah preventif dan perlindungan bagi warga negara dan masyarakat, termasuk

"Menurut informasi dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) China sekarang ini masih terdapat sekitar 80 mahasiswa Indonesia di Wuhan," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Berdasarkan informasi tersebut, kata dia, Wuhan dalam kondisi diisolasi. Tidak boleh ada warga yang keluar atau masuk ke kota tersebut.

"Para mahasiswa sekarang ini tinggal di tempat penampungan, tidak boleh ada aktivitas di kampus dan tempat lainnya," ujarnya.

Oleh karena itu demi keselamatan dan untuk melindungi warga negara Indonesia, Muhammadiyah mengharapkan agar Pemerintah Indonesia dapat memulangkan para mahasiswa untuk sementara.

"Hal ini sangat penting dan mendesak karena penyebaran virus yang sangat cepat dan berbahaya," ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
PKS DKI Jakarta Berikan...
PKS DKI Jakarta Berikan Bantuan Sosial Senilai Rp2,2 Miliar
Untuk Bansos Corona,...
Untuk Bansos Corona, Fraksi PKS Kembali Potong Gaji Anggota Bulan Agustus
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Ringankan Beban Rakyat,...
Ringankan Beban Rakyat, PKS Minta Pemerintah Lanjutkan Stimulus Listrik
PKS Minta Pengembangan...
PKS Minta Pengembangan Vaksin COVID-19 Dilakukan Secara Jujur
PKS Sebut Kolaborasi...
PKS Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan Corona
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved