Masalah Natuna, Menhan Prabowo Utamakan Langkah Damai

Sabtu, 04 Januari 2020 - 13:01 WIB
Masalah Natuna, Menhan...
Masalah Natuna, Menhan Prabowo Utamakan Langkah Damai
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengungkapkan, sesuai dengan prinsip diplomasi, seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak, dan prinsip pertahanan yang defensive bukan offensive.

(Baca juga: Bupati Natuna Nyatakan Kapal China sudah Mengganggu Wilayah Laut Natuna Utara)

Hal ini dikatakan Prabowo melalui Staf Khusus Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, di akun Twitter @Dahnilanzar, Sabtu (4/1/2020).

"Maka, penyelesaian masalah selalu mengedepankan upaya kedua prinsip di atas. Langkah-langkah damai harus selalu diprioritaskan," jelas Menhan seperti dikutip Dahnil.

"Langkah damai bukan berarti tidak bersikap tegas dan inferior. Langkah damai yang dipilih tentu jalur diplomasi. Secara resmi, Menhan @prabowo menyepakati langkah damai sedang dibahas dan disampaikan kepada publik dengan 4 sikap dan langkah #Menhan," sambungnya.

Dahnil menjelaskan, langkah damai itu antara lain RRT telah melanggar ZEEI dan Indonesia menolak klaim RRT terkait traditional fishing ground, yang tidak memiliki landasan hukum.

"Menolak klaim atas penguasaan LCS (kita gunakan istilah Laut Natuna Utara) atas dasar Nine Dash Line. Akan dilakukan operasi di Laut Natuna oleh TNI secara intensif," tuturnya.

Kemudian lebih lanjut Dahnil mengatakan, peningkatan kegiatan ekonomi di sekitar wilayah ZEEI atau laut Natuna. Jadi keempat sikap dan langkah ini adalah cara-cara damai untuk tetap mempertahankan hak kedaulatan kita sebagai Bangsa dan negara.

"Sebelum 4 sikap dan langkah tersebut disampaikan, sebelumnya Menlu sudah menyampaikan cara damai melalui Nota Protes kepada pihak RRT," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Soal Kebijakan Pertahanan...
Soal Kebijakan Pertahanan Prabowo Subianto, Begini Kata Mantan Irjen Kemhan
Pemerintah Diminta Tegas...
Pemerintah Diminta Tegas dan Serius Jaga Kedaulatan NKRI
Syarief Hasan Demokrat...
Syarief Hasan Demokrat Nilai China Lecehkan Kedaulatan NKRI
Prabowo Bawa Pulang...
Prabowo Bawa Pulang Kapal Perang Frigate Arrowhead 140 Diyakini Bikin China Gemetar
Sholat Jumat Bersama...
Sholat Jumat Bersama Prajurit Kodam II/ Sriwijaya, Prabowo: TNI Benteng Terakhir Kedaulatan
Ancaman Siber Kian Canggih,...
Ancaman Siber Kian Canggih, ITSEC Cyber Academy Siapkan Tentara Digital untuk Kemhan Senilai Rp960 Miliar
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved