Polemik Rocky, Pengamat: Capek Kalau Tiap Beda Pendapat Dilaporin

Kamis, 05 Desember 2019 - 19:20 WIB
Polemik Rocky, Pengamat:...
Polemik Rocky, Pengamat: Capek Kalau Tiap Beda Pendapat Dilaporin
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno berharap, pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak paham Pancasila tidak perlu dipersoalkan, apalagi dilaporkan.

Sebab kata Adi, dalam tradisi akademik argumen dibalas argumen, lalu dalam tradisi debat dibalas debat, serta diskusi dibalas diskusi. Menurutnya, tidak bisa argumen dalam debat atau diskusi berujung pada pelaporan ke polisi.

"Kecuali memang unsur-unsur diskusinya itu menghina dan hoaks, saya kira itu perlu dilaporkan. Tapi selama dalam batas-batas normatif, batas-batas akademis, saya kira tidak perlu diseriusi," ujar Adi dalam diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).

"Terlampau capek, dikit-dikit debat dilaporin polisi, dikit-dikit beda pendapat harus berujung pada laporan, jadi sikapi secara dingin saja," tambahnya.

Adi menganggap apa yang dikatakan Rocky hal yang lumrah. Bahkan katanya dulu, dalam tradisi berdebat omongan Rocky justru tidak ada apa-apanya ketimbang teman-teman di kelas dan di kampus.

"Ngata-ngatain enggak punya otak, ngata-ngatain memiliki budaya abad pertengahan dan seterusnya. Pokoknya yang sifatnya menghina dibiarin sama kita yang penting tidak fisik, tidak personal, tidak rasis," jelasnya.

Menurutnya, apa yang terjadi pada Rocky memberikan pelajaran bagi semua pihak bahwa berdebat harus dalam konteks ilmiah dan menyenangkan, bukan saling mencaci dan membabi buta.

"Problemnya sekarang, orang debat didasarkan pada kebencian dan ingin menjatuhkan orang lain. Siapapun itu jadi debat, bukan kalah menang, tapi mencari jalur mencari jalan hal apa yang paling rasional jalur yang paling bisa masuk akal," ungkapnya.

Namun kata Adi, argumen bisa saja dilaporkan jika dalam konteks nondiskusi. Misalnya tidak ada angin tidak ada hujan berargumen tidak benar, bahkan menjurus ke fitnah, hal itulah yang perlu dilaporkan

"Tapi kalau konteksnya berdebat tunjuk-tunjuk bahkan gebrak-gebrak tuding-menuding hal yang biasa karena diskusi tujuannya itu bukan cari kalah menang diskusi cari kebahagiaan makanya hindari kebencian itu," tuturnya.
(maf)
Berita Terkait
Respons soal Rocky Gerung,...
Respons soal Rocky Gerung, Jokowi: Itu Hal Kecil
Video Jokowi Ancam Reshuffle,...
Video Jokowi Ancam Reshuffle, Rocky Gerung Anggap seperti Drakor Istana
Diserbu Buzzer Hina...
Diserbu Buzzer Hina Jokowi, Rocky Gerung: Untung Banjir, Biar Gubernur Anies Urus Mereka
Politikus Muda PDIP...
Politikus Muda PDIP Sebut Kritik Rocky Gerung ke Jokowi Kebablasan
Terima 13 Laporan, Bareskrim...
Terima 13 Laporan, Bareskrim Tarik Kasus Rocky Gerung dari Polda
Kasus Rocky Gerung,...
Kasus Rocky Gerung, Bareskrim Mulai Periksa Sejumlah Saksi
Berita Terkini
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Infografis
Inilah 5 Fakta Tapera,...
Inilah 5 Fakta Tapera, Program Pemerintah yang Tuai Polemik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved