Politikus Golkar: Bamsoet Mundur untuk Dinginkan Suhu Politik

Rabu, 04 Desember 2019 - 16:40 WIB
Politikus Golkar: Bamsoet...
Politikus Golkar: Bamsoet Mundur untuk Dinginkan Suhu Politik
A A A
JAKARTA - Ketua Tim Pemenangan Bambang Soesatyo, Ahmadi Noor Supit, mengungkapkan mundurnya Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai calon ketua umum Partai Golkar sama sekali tidak ada campur tangan dari Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo bersikap netral dengan tidak terlibat dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar.

"Tidak ada sama sekali intervensi ataupun perintah dari Presiden Joko Widodo untuk meminta Bamsoet mundur. Seperti beberapa kali dilontarkan Presiden Jokowi, beliau tidak akan mencampuri urusan Munas ataupun internal Partai Golkar," ujar Supit kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/12/19).

Supit menuturkan pada Selasa 5 Desember 2019 bersama Bamsoet dan Nusron Wahid bertemu dengan Airlangga Hartarto yang ditemani Agus Gumiwang di daerah Blok M Jakarta Selatan. ( Baca juga: Golkar Sebut Desakan Airlangga Jadi Capres sebagai Amanah )

Setelah itu, Bamsoet bersama Airlangga bertemu dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi. Turut hadir Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.

"Salah satu alasan Bamsoet mengundurkan diri untuk melakukan rekonsiliasi di tubuh Partai Golkar. Kita sepakati bersama dilakukan rekonsiliasi antara tim Bamsoet dan Tim Airlangga agar Partai Golkar makin kuat dan bisa mengembalikan kejayaannya," ungkapnya.

Supit menambahkan, alasan lain Bamsoet mundur untuk mendinginkan suhu politik yang memanas di Partai Golkar menjelang munas. Selain, guna meredam isu perpecahan internal di Partai Golkar yang dikhawatirkan akan berimbas kepada suhu politik nasional.

"Bamsoet sekali lagi membuktikan diri mampu menempatkan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi. Bamsoet rela mundur agar suasana politik Tanah air bisa kembali dingin dan kondusif," tutur Supit.

Dia berharap upaya rekonsiliasi Partai Golkar pasca munas dapat berjalan baik. Sehingga soliditas dan keutuhan Partai Golkar bisa terjaga.

"Penyatuan dua 'gerbong' antara tim Bamsoet dan tim Airlangga menjadi salah satu tugas utama Airlangga jika terpilih lagi sebagai Ketum Partai Golkar. Kita harapkan rekonsiliasi yang dilakukan berjalan baik dan memuaskan semua pihak," tutur Supit.
(dam)
Berita Terkait
Munas XI Partai Golkar...
Munas XI Partai Golkar Digugat karena Diduga Melanggar Anggaran Dasar
Munas Golkar Digugat,...
Munas Golkar Digugat, Adies Kadir: Kami Hadapi Sesuai Aturan AD/ART
Munas XI Golkar Tetapkan...
Munas XI Golkar Tetapkan Bahlil Formatur Tunggal
Airlangga Minta Pengurus...
Airlangga Minta Pengurus dan Senior Golkar Terus Jaga Kekompakan
Ketua DPD Golkar se-Indonesia...
Ketua DPD Golkar se-Indonesia Ngumpul di Bali, Airlangga Didukung Jadi Ketum Lagi
Ketum DMDI Indonesia...
Ketum DMDI Indonesia Dukung Bahlil Lahadalia Pimpin Golkar
Berita Terkini
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved