Pemuda Muhammadiyah Sayangkan Sikap Kemenag Soal Sertifikasi Majelis Taklim

Rabu, 04 Desember 2019 - 13:19 WIB
Pemuda Muhammadiyah...
Pemuda Muhammadiyah Sayangkan Sikap Kemenag Soal Sertifikasi Majelis Taklim
A A A
JAKARTA - Pemuda Muhammadiyah sangat menyayangkan sikap Kementerian Agama (Kemenag) yang telah menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim. Peraturan tersebut telah terbit pada 13 November 2019 lalu.

Aturan itu mengharuskan majelis taklim terdaftar di Kemenag. Meski begitu, tak ada sanksi bagi majelis taklim yang tak mendaftarkan ke Kemenag. (Baca juga: Pimpinan DPR Nilai Kebijakan Sertifikasi Majelis Taklim Berlebihan )

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto pun menilai Kemenag terlalu berlebihan dengan mengeluarkan peraturan tersebut. "Terlalu berlebihan mengatur semua majelis taklim, apa majelis taklim bermasalah? Harus ada upaya yang akulturatif yang harus dilakukan pemerintah ketimbang membuat aturan sesuatu yang bikin masalah baru," ujar Sunanto saat dihubungi SINDOnews, Rabu (4/12/2019).

"Ini kegagalan dalam melakukan fungsi dan tugas pembinaan merawat kebhinekaan," sambungnya.

Menurutnya, majelis taklim sudah lama dan menjadi lahan berserikat dan berkumpul dalam memperdalam agama dan menjaga kebhinekaan. Seharusnya itu menjadi pintu masuk pemerintah dalam melakukan pembinaan dan membawa nilai kebhinekaan dalam majelis taklim.

"Ini cara kultural yang seharus diberdayakan dan dimanfaatkan karena dengan keinginan masyarakat bermajelis taklim sudah perilaku yang positif dan itu harus terus didorong bukan dibatasi tinggal pemerintah memberikan nilai dan masukan nilai dalam majelis taklim itu," jelasnya.

Cak Nanto sapaan akrabnya juga menyebut peraturan yang dibuat Kemenag atas persetujuan Menteri Agama Fachrul Razi berpandangan secara instan. Meski banyak peraturan yang dilontarkan Fachrul cukup kontroversi. (Baca juga: Soal Majelis Taklim, PBNU Imbau Kemenag Tidak Urusi yang Bukan Prioritas )

"Ini cara yang tidak tepat aja. Cara pandangnya bergerak instan," tandasnya.

Ketika disinggung adanya beberapa peraturan yang kontroversial sebagai bentuk islamophobia, Cak Nanto tak menepis isu itu meski terbilang kecil. "Bisa jadi salah satu embrio," katanya.

Terkait masalah majelis taklim ini, Cak Nanto selaku Pimpinan Pemuda Muhammadiyah bakal bertemu dengan Menag Fachrul Razi untuk membicarakan hal tersebut. "Insya Allah kami bersilaturrohim dengan beliau," tuturnya.
(kri)
Berita Terkait
Tangkal Radikalisme,...
Tangkal Radikalisme, Kemenag Tingkatkan Literasi Agama Takmir Masjid
Sertifikasi Dai: Antara...
Sertifikasi Dai: Antara Radikalisme dan Kontrol Agama
Kemenag Bertemu LF PBNU...
Kemenag Bertemu LF PBNU dan Majelis Tarjih Muhammadiyah, Ada Apa?
Respons Koreksi Waktu...
Respons Koreksi Waktu Subuh Muhammadiyah, Kemenag Gelar Rapat Tim Falak
MPW PP Muhammadiyah...
MPW PP Muhammadiyah Terima Penghargaan Nazhir dengan Sertifikat Tanah Wakaf Terluas 2025
Din Syamsuddin Dituding...
Din Syamsuddin Dituding Radikal, Ini Respon Kemenag
Berita Terkini
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved