Nasdem Sebut Usulan Presiden 3 Periode Bukan untuk Jokowi

Selasa, 03 Desember 2019 - 07:13 WIB
Nasdem Sebut Usulan...
Nasdem Sebut Usulan Presiden 3 Periode Bukan untuk Jokowi
A A A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Nasdem Willy Aditya menegaskan bahwa usulan masa jabatan presiden menjadi 3 periode bukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja, melainkan usulan secara kelembagaan yang perlu didalami dan didiskusikan.

“Itu bukan untuk pribadi pak Jokowi, kita harus memaknainya secara kelembagaan, kita dalam proses berdiskusi soal gagasan. Harusnya ide itu lahir dari lembaga-lembaga penelitian seperti LIPI, kampus. Kalau ini kan lahir dari masyarakat, harusnya dikaji, partai tidak dalam posisi menawarkan,” kata Willy saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Willy menjelaskan, partai hanya bertugas dalam posisi menyerap dan menjembatani aspirasi publik. Dan munculnya gagasan itu patut dikaji dan didiskusikan, dan bukan semata-mata untuk Jokowi saja. Gagasan yang muncul juga beragam, ada yang 3 periode dan ada juga soal 7 tahun satu periode dikali 2 periode.

Menurut Willy, Jokowi seharusnya bercermin dari apa yang terjadi di Brazil saat Luiz Inacio Lula Da Silva menjadi Presiden Brazil dan rakyat Brazil menawarkan masa jabatannya menjadi 3 periode saat dia menduduki periode kedua. Da Silva hanya mengatakan bahwa dia dibatasi konstitusi namun ia berterima kasih karena rakyat Brazil mencintai dia.

“Dia bilang saya dibatasi konstitusi, terima kasih rakyat masih mencintai saya, tapi saya (Da Silva) haknya dibatasi konstitusi, sampai hari ini konstitusi kita masih dua periode. Tapi sebuah wacana yang berkembang, biarkan dia menjadi suatu hal yang harus diuji dan dikaji,” terangnya. (Baca juga: PDIP Minta Jokowi Berhati-Hati Soal Isu Liar Masa Jabatan Presiden )

Willy mengklaim bahwa gagasan ini jauh lebih sehat ketimbang perang identitas yang justru merusak kebhinekaan Indonesia. Ini hanya soal perbedaan gagasan terhadap proses demokrasi, dan Nasdem setuju dengan prinsip penambahan masa jabatan presiden.

“Kalau ini kan cuma perbedaan, bukan perbedaan, ini sebuah gagasan-gagasan terhadap proses berdemokrasi, tapi Nasdem sendiri sepakat senapas setuju dengan prinsip dari amendemen pembatasan masa jabatan, karena itu amanat dari reformasi 98,” klaimnya.

Karena itu, Willy melanjutkan bahwa gagasan ini bergantung publik dan faksi lainnya. Nasdem hanya menangkap dan menawarkan gagasan berdasarkan hasil Kongres ke-2 Partai Nasdem. Dan Nasdem sepakat bahwa Amendemen 1945 dilakukan kajian secara menyeluruh. Kalau memang gagasan itu tidak diperlukan, Nasdem tidak masalah.

“Ya itu bukan terkait pak Jokowi, terkait kelembagaan, itu poinnya. Bukan pribadi pak Jokowi, kelembagaan, karena kita kaji ke depan,” tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Partai Demokrat Minta...
Partai Demokrat Minta Penanganan Wabah Corona Tidak Politis
Isu Reshuffle Kabinet,...
Isu Reshuffle Kabinet, Ini Arahan AHY dan Sikap Partai Demokrat
Demokrat Minta Pemerintah...
Demokrat Minta Pemerintah Jalankan Kebijakan Pro Growth, Pro Poor, Pro Job
Demokrat Ingatkan Pemerintah...
Demokrat Ingatkan Pemerintah Segera Buat Road Map Penanganan Corona
Demokrat Pertanyakan...
Demokrat Pertanyakan Belum Ada Langkah Taktis Jokowi Setelah Marahi Menteri
Berita Terkini
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved