Demokrat Pertanyakan Belum Ada Langkah Taktis Jokowi Setelah Marahi Menteri

Kamis, 02 Juli 2020 - 12:04 WIB
loading...
Demokrat Pertanyakan...
Wasekjen Partai Demokrat Irwan mempertanyakan belum adanya langkah taktis dan strategis pemerintah setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memarahi sejumlah menterinya. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Irwan mempertanyakan belum adanya langkah taktis dan strategis pemerintah setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memarahi sejumlah menterinya karena biasa-biasa saja dalam menangani pandemi Covid-19.

“Sampai hari ini pascaJokowi marah-marah di depan menterinya belum jelas langkah taktis dan strategis mengikutinya. Covid-19 terus berkembang dan kondisi ekonomi mengarah tumbang,” kata Irwan Kamis (2/7/2020).

Anggota Komisi V DPR ini melihat, fakta bahwa semakin merebaknya pandemi dan kian melemahnya kondisi ekonomi membuat publik semakin khawatir dan yakin bahwa Presiden tidak berdaya dan bingung harus berbuat apa. Nampaknya para menteri harus kembali bersiap untuk dimarahi atasan tertingginya. “Padahal, setelah pandemi melanda negeri, pemerintah telah mengeluarkan banyak kebijakan-kebijakan besar yang juga potensial melanggar konstitusi. Keadaan krisis benar-benar dimanfaatkan sebagai alasan perluasan kekuasaan politik pemerintah,” ujarnya. (Baca juga: Soal Reshuffle, Fadli Zon: Kalau Tidak Ditindaklanjuti Akan Mendegradasi Jokowi)

Karena itu, legislator asal Kalimantan Timur ini menyayangkan, banyaknya kelonggaran kebijakan regulasi dan anggaran untuk menyelamatkan rakyat dan negara yang diberikan kepada pemerintah, justru banyak parameter yang menunjukkan keadaan semakin memburuk.

Irwan menguraikan, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1/2020 tentang Penanganan Pandemi Covid-19 yang sudah disahkan menjadi UU, pengesahan UU Mineral dan Batu Bara (Minerba), kenaikan tarif listrik PLN dan iuran BPJS Kesehatan, lalu Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan RUU Haluan Ideologi Pancasila adalah contoh bagaimana keadaan krisis digunakan untuk menambah dan memperkuat kekuasaan politik. (Baca juga: Heboh Isu Reshuffle, Ini Jejak Bongkar Pasang Menteri Era Jokowi)

“Mengingat kondisi kesehatan, sosial, politik dan ekonomi justru terus memburuk. Semoga saja dalam waktu dekat tidak ada lagi video presiden marah pada menteri-menteri,” tandas Doktor Kehutanan Universitas Mulawarman itu.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Aksi Demo di Gedung...
Aksi Demo di Gedung DPR, Puluhan Mahasiswa Terlibat Aksi Dorong dengan Polisi
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Nobar Piala Dunia 2026...
Nobar Piala Dunia 2026 Berlatar Laut Flores Jadi Pengalaman Langka
Berita Terkini
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved