Komisi III DPR Menolak Dianggap Tak Pernah Bantu Pimpinan KPK
Rabu, 27 November 2019 - 14:57 WIB
Komisi III DPR Menolak Dianggap Tak Pernah Bantu Pimpinan KPK
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Arsul Sani membantah, komisinya tidak pernah membantu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Arsul menjelaskan hal itu terkait klaim Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, yang mengaku jarang sekali dibantu komisi III DPR.
Arsul memberikan contoh ketika rumah Laode Muhammad Syarif dan Ketua KPK Agus Rahardjo diteror bom molotov, Januari 2019. Dia melanjutkan, Komisi III DPR saat itu meminta Pimpinan Polri untuk memberikan atensi khusus kepada kasus teror bom molotov di rumah pimpinan KPK tersebut.
"Kami selalu menawarkan untuk adanya tambahan anggaran," ujar Arsul Sani dalam rapat dengar pendapat dengan KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2019).
Namun kata dia, kenyataannya pihak Kesekjenan KPK selalu menyatakan cukup anggarannya alias tidak meminta penambahan. "Jadi jangan dibilang enggak pernah membantu, kita sudah buka pintunya. Bapak sendiri yang enggak memanfaatkan kesempatan soal dukungan anggaran," kata Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Arsul mengungkapkan, justru komisi III DPR sering dituduh ingin melemahkan KPK. "Padahal kami ini kalau mau melemahkan KPK, paling gampang enggak setujui aja anggarannya," pungkasnya.
Arsul memberikan contoh ketika rumah Laode Muhammad Syarif dan Ketua KPK Agus Rahardjo diteror bom molotov, Januari 2019. Dia melanjutkan, Komisi III DPR saat itu meminta Pimpinan Polri untuk memberikan atensi khusus kepada kasus teror bom molotov di rumah pimpinan KPK tersebut.
"Kami selalu menawarkan untuk adanya tambahan anggaran," ujar Arsul Sani dalam rapat dengar pendapat dengan KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2019).
Namun kata dia, kenyataannya pihak Kesekjenan KPK selalu menyatakan cukup anggarannya alias tidak meminta penambahan. "Jadi jangan dibilang enggak pernah membantu, kita sudah buka pintunya. Bapak sendiri yang enggak memanfaatkan kesempatan soal dukungan anggaran," kata Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Arsul mengungkapkan, justru komisi III DPR sering dituduh ingin melemahkan KPK. "Padahal kami ini kalau mau melemahkan KPK, paling gampang enggak setujui aja anggarannya," pungkasnya.
(maf)