KKP Tertibkan 12 Rumpon Ilegal di Laut Sulawesi Perbatasan Indonesia-Filipina

Jum'at, 22 November 2019 - 04:10 WIB
KKP Tertibkan 12 Rumpon...
KKP Tertibkan 12 Rumpon Ilegal di Laut Sulawesi Perbatasan Indonesia-Filipina
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menertibkan 12 alat bantu penangkapan ikan rumpon ilegal di Perairan Sulawesi yang berbatasan dengan Indonesia-Filipina.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman mengatakan sebanyak 12 rumpon ilegal berhasil diamankan oleh dua Kapal Pengawas Perikanan (KP) yang berbeda.

"KP Hiu 013 dan KP Hiu 015 telah menertibkan 12 rumpon ilegal yang diduga dimiliki nelayan Filipina di Laut Sulawesi perbatasan Indonesia-Filipina,” tutur Agus di Jakarta, Kamis(21/11/2019).

Dia menjelaskan, sebanyak delapan rumpon berhasil ditertibkan oleh KP Hiu 013 yang dinakhodai oleh Capt La Dedi pada Rabu (20/11). Sementara, di hari yang sama KP Hiu 015 yang dinakhodai Capt Aldi Firmansyah juga berhasil menertibkan empat rumpon.

"Rumpon-rumpon tersebut dipasang di Perairan Indonesia Laut Sulawesi tanpa izin dan berdasarkan identitas yang ada diduga kuat milik nelayan Filipina,” ungkap Agus.

Selanjutnya, delapan rumpon dibawa dan diserahkan dari KP Hiu 013 kepada Stasiun PSDKP Tahuna Sulawesi Utara dan empat rumpon dibawa KP Hiu 015 ke Pangkalan PSDKP Bitung Sulawesi Utara. Hal ini menambah deretan rumpon nelayan Filipina yang telah ditertibkan oleh KKP.

Sejak Januari hingga 21 November 2019, sebanyak 116 rumpon ilegal milik nelayan Filipina telah ditertibkan. Selain itu, terdapat 5 rumpon ilegal milik nelayan Malaysia yang juga ditertibkan selama 2019.

Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon, setiap orang yang melakukan pemasangan rumpon di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) wajib memiliki Surat Izin Pemasangan Rumpon (SIPR).

Rumpon merupakan alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut dan berguna untuk membuat ikan-ikan berkumpul di rumpon selanjutnya ditangkap oleh kapal penangkap ikan.

Pemasangan rumpon oleh oknum warga Filipina di Perairan Indonesia yang berbatasan dengan Filipina disinyalir untuk meningkatkan hasil tangkapan. Hal ini tentu akan merugikan nelayan Indonesia karena ikan-ikan akan berkumpul di area rumpon dan ditangkap oleh nelayan Filipina.
(kri)
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Edhy Prabowo Beberkan...
Edhy Prabowo Beberkan Modus-modus Kejahatan Pelaku Pencurian Ikan
KKP Proyeksikan Potensi...
KKP Proyeksikan Potensi Sumber Daya Ikan Capai 12,01 Juta Ton di 2022
Bikin Kapok Maling Ikan,...
Bikin Kapok Maling Ikan, KKP Gandeng Polri dan Manfaatkan Jaringan Interpol
KKP Perketat Pengawasan...
KKP Perketat Pengawasan Zona Penangkapan Ikan di WPPNRI
Aplikasi Bank Genetik...
Aplikasi Bank Genetik Ikan Hadir, KKP Gali Informasi Spesies Ikan Indonesia
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved