Menteri Beda Pendapat Soal Desa Fiktif, Pengamat: Yang Salah Mundur!

Sabtu, 09 November 2019 - 09:37 WIB
Menteri Beda Pendapat...
Menteri Beda Pendapat Soal Desa Fiktif, Pengamat: Yang Salah Mundur!
A A A
JAKARTA - Dua menteri Kabinet Indonesia Maju silang pendapat di ruang publik sebagaimana dimuat di berbagai media. Silang pendapat terjadi antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. '

Sri Mulyani menyebut ada dana desa sempat mengalir ke desa yang tak berpenduduk. Di ruang publik disebut sebagai desa fiktif atau "desa hantu".

Sebagai menteri yang bertanggungjawab pembangunan di desa yaitu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar membantah keras pernyataan Sri Mulyani tersebut.

Abdul Halim mengaku sudah melakukan penelusuran dan tak menemukan desa fiktif sebagai mana disebut Sri Mulyani. (Baca juga: 57 Saksi Diperiksa Terkait Dugaan Kasus Desa Fiktif )

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai dua pandangan yang sangat berseberangan ini sejatinya diungkapkan dan dibahas tuntas dalam rapat internal kabinet.

Pembahasan, kata dia, bisa dalam rapat kabinet paripurna yang dipimpin Presiden. Bisa juga di rapat kabinet terbatas yang dipimpin Wakil Presiden. atau bahkan bisa dilakukan dalam rapat kabinet khusus yang dipimpin oleh Menko yang terkait. (Baca juga: Kemenkeu Kaji Sanksi Soal Desa Palsu )

Menurut dia, dalam rapat kabinet inilah mereka berdua adu fakta, data, bukti, landasan hukum, argumentasi dan bila diperlukan saling mengemukakan dalil untuk membuat kesepakatan dan atau keputusan sebagai landasan kedua menteri tersebut dalam berwacana di ruang publik tentang keberadaan desa yang sedang mereka ributkan itu.

"Sebab, mereka berdua dalam satu "perahu" yang sama, Kabinet Indonesia Maju," kata Emrus dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Sabtu (9/11/2019).

Namun, sambung dia, persoalan sudah berbeda. Mereka berdua sudah terlanjur saling berseberangan tentang objek yang sama di ruang publik.

Oleh karena itu, kata dia, perbedaan pandangan ini harus mereka pertanggungjawabkan ke publik. Jika dua pandangan yang berbeda tersebut ada kecocokan fakta, data dan bukti, hanya yang berbeda dari sudut pandang saja, ini lebih mudah melakukan klarifikasi di ruang publik.

"Lain halnya bila ditemukan ada perbedaan data, fakta dan bukti yang sangat signifikan, maka perlu dilakukan uji validitas secara menyeluruh terhadap sajian lontaran pernyataan dari dua menteri tersebut," tandas Direktur Eksekutif Emrus Corner ini.

Jika hasilnya ditemukan fakta, data dan bukti yang bersumber dari dua menteri tersebut tidak valid, kata Emrus, kedua menteri tersebut harus minta maaf kepada publik sembari mengatakan tidak mengulang hal yang sama lagi ke depan. Atau bisa saja mundur.

"Jika hasilnya ditemukan bahwa fakta, data dan bukti yang bersumber dari salah satu menteri tersebut benar-benar tidak valid, alangkah satrianya menteri yang bersangkutan mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Maju, supaya tidak menjadi beban Presiden di mata publik," tuturnya.

Sebagai rujukan, kata dia, pernah seorang menteri di Jepang harus turun dari jabatan karena salah ucapan.
(dam)
Berita Terkait
Margarito Nilai Pembangunan...
Margarito Nilai Pembangunan Desa Tanpa Dana Desa Terancam Mandek
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Kolaborasi dengan Pemerintah,...
Kolaborasi dengan Pemerintah, Hipmi Siap Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Ini Deretan Menteri...
Ini Deretan Menteri Terbaik di Kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Versi LPI
Akademisi Papua: Jokowi...
Akademisi Papua: Jokowi Bangun Desa Pintu Awal Kemajuan Indonesia
Berita Terkini
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved