Tanggapan Para Tokoh Terkait Jokowi Tak Terbitkan Perppu KPK

Jum'at, 01 November 2019 - 20:53 WIB
Tanggapan Para Tokoh...
Tanggapan Para Tokoh Terkait Jokowi Tak Terbitkan Perppu KPK
A A A
JAKARTA - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra memastikan para tokoh berbagai bidang sangat kecewa dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak menerbitkan Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.

Azyumardi Azra menyatakan, para tokoh berbagai bidang pernah melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada Kamis (26/9/2019). Saat itu ada sejumlah permasalahan bangsa yang dibahas.

(Baca juga: Presiden Jokowi Pastikan Tak Ada Perppu KPK)

Satu di antaranya yakni UU baru KPK yang disahkan DPR. Seingat Azyumardi, Presiden Jokowi menerima dengan baik masukan dan saran para tokoh. Bahkan saat pertemuan secara terang Presiden Jokowi menyampaikan bahwa akan mempertimbangkan untuk mengeluarkan Perppu KPK seperti saran dan masukan para tokoh.

"Presiden Jokowi ngomong begitu baik ketika pertemuan maupun di konferensi pers setelahnya," tegas Azyumardi saat dihubungi KORAN SINDO, Jumat (1/11/2019).

Peraih gelar Commander of the Order of British Empire (CBE) ini kaget ketika membaca berita media massa pada Jumat (1/11/2019) sore bahwa Presiden Jokowi memutuskan untuk tidak menerbitkan Perppu KPK dengan alasan masih berlangsung uji materi UU Nomor 19/2019 tentang KPK di Mahkamah Konstitusi (MK).

Azyumardi memastikan, para tokoh sangat kecewa dengan keputusan tersebut. "Dari sudut pandang para tokoh tersebut, keputusan Presiden Jokowi tidak mengeluarkan Perppu KPK mngecewakan," tegasnya.

Azyumardi menggariskan, sehubungan dengan uji materi UU Nomor 19/2019 yang sedang berlangsung di MK bisa saja permohonannya ditolak oleh MK. Alasannya, menurut Azyumardi, gugatan tersebut tidak langsung terkait hak konstitusional warga.

Di sisi lain, dia menilai, setelah dilantik maka Presiden Jokowi seolah berada di zona nyaman dan menganggap tidak ad urgensinya menerbitkan Perppu KPK.

"Yang jelas, Presiden Jokowi setelah dilantik kini sudah di 'comfort zone', (Jokowi menganggap) tidak ada lagi urgensi Perppu KPK, dan judicial review yang sedang berproses di MK bisa jadi pas sebagai excuse (alasan)," tegasnya.

Dia menuturkan, pascapertemuan dengan Presiden Jokowi tadi sebenarnya para tokoh melakukan dua kali pertemuan. Satu di antara bahasan utama, adanya indikasi Presiden Jokowi tidak mengeluarkan Perppu KPK. Dia menggariskan, dalam forum tersebut para tokoh secara bulat tetap merekomendasikan agar Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu KPK.

"Kami rapat dua kali setelah pertemuan dengan Presiden Jokowi untuk menyikapi gejala/indikasi tidak dikeluarkannya Perppu oleh Jokowi. Salah satu rekomendasinya masih tetap agar dia (Jokowi) menerbitkan Perppu tersebut," ucap Azyumardi.
(maf)
Berita Terkait
Jokowi Ngaku Tak Tanda...
Jokowi Ngaku Tak Tanda Tangan Revisi UU KPK, Saut Situmorang: Dia Bikin Perppu Kan Bisa
Perppu KPK Tak Terbit,...
Perppu KPK Tak Terbit, Relawan Jokowi Seret Nama Hakim MK
Mahfud Ungkap Jokowi...
Mahfud Ungkap Jokowi Ingin Keluarkan Perppu KPK tapi Ditentang DPR dan Parpol
Selangkah Lagi, DPR...
Selangkah Lagi, DPR Sahkan Perppu Penanganan Corona
Telah Jadi UU, MK Putuskan...
Telah Jadi UU, MK Putuskan Tolak Gugatan Perppu 1/2020
Jika Perppu 1/2020 Disetujui...
Jika Perppu 1/2020 Disetujui DPR, Pengawasan Anggaran Makin Sulit
Berita Terkini
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved