Tjahjo Ungkap Alasan Penolakan Beberapa Usulan Formasi CPNS

Rabu, 30 Oktober 2019 - 16:22 WIB
Tjahjo Ungkap Alasan...
Tjahjo Ungkap Alasan Penolakan Beberapa Usulan Formasi CPNS
A A A
JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, bahwa tidak semua usulan formasi dari instansi diterima oleh KemenPAN-RB. Dia mengatakan, salah satunya adalah masih diusulkannya jabatan administrasi.

"Kalau teman-teman mendengar kenapa ada yang ditolak dan sebagainya soal usulan formasinya itu karena engajuannya masih (jabatan administratif)," kata Tjahjo di Kantornya, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

(Baca juga: BKN Beberkan Alasan Pelamar CPNS Diperbolehkan Ajukan Protes)

Menteri yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, alasan lainnya adalah adanya instansi yang mengusulkan formasi tidak melalui sistem.

"Lalu ada yang mengusulkan tidak melalui sistem komputer. Ada yang datang ssebagai tamu untuk minta tolong. Kalau satu ditolong yang lain mau juga. Jadi kita mau konsisten dengan sistem ini," ungkapnya.

Deputi bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, memang tidak semua instansi mendapatkan formasi. Misalnya saja beberapa instansi pemerintah daerah (pemda).

"Ya Pemda itu tidak semua. Papua dan Papua Barat tidak ikut untuk kali ini karena baru selesai seleksi. Pemda lainnya biasanya masalah anggaran tidak mencukupi untuk pengadaan," tuturnya.

Perlu diketahui, pada seleksi CPNS kali ini guru adalah lowongan terbanyak yakni 63.324 formasi. Diikuti dengan tenaga kesehatan sebanyak 31.756 formasi, dan tenaga teknis fungsional 23.660.

"Kurang lebih komposisi formasi yang dibuka antara lain tenaga pendidikan, kesehatan, dan jabatam teknis berkeahlian yang disesuaikan dengan koor bisnis instansinya," kata Setiawan.

Tahun 2019 pemerintah akan akan membuka 152.286 formasi. Dengan rincian instansi pusat sebanyak 37.425 formasi pada 68 kementerian/lembaga. Dan instansi daerah 114.861 formasi pada 462 pemerintah daerah.

Menurut Setiawan, alasan pemerintah mengutamakan guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis diutamakan dalam seleksi kali ini adalah untuk memperbaiki komposisi PNS yang ada saat ini.

Di mana komposisi PNS masih didominasi oleh pejabat administratif yang berjumlah 1,6 juta atau 39%. Sementara guru berjumlah 1,5 juta atau 35% dan tenaga fungional teknis hanya 15%.

"Jadi komposisi sesua arahan Bapak Presiden, bahwa ASN harus berkeahlian. Harus spesifik. Artinya kita harus meningkatkan yang 15% tersebut. Jadi jabatan-jabatan teknis yang ingin kita tingkatkan," ujarnya.

Maka dari itu dia menegaskan, untuk seleksi tahun ini tak ada untuk penerimaan jabatan administrasi. Pemerintah masih akan mengutamakan pendidikan, kesehatan dan jabatan fungsional teknis.
(maf)
Berita Terkait
Buka CPNS, KemenPANRB...
Buka CPNS, KemenPANRB Inventarisasi Kebutuhan PNS 2021
Libur Imlek, ASN dan...
Libur Imlek, ASN dan Keluarga Dilarang Pergi ke Luar Kota
Catat!, 30 Juni 2021...
Catat!, 30 Juni 2021 Batas Akhir Usulan Pengalihan Jabatan ASN Administrasi ke Fungsional
Simak Baik-baik! Begini...
Simak Baik-baik! Begini Mekanisme Penyetaraan Jabatan ASN Administrasi ke Fungsional
Menyiapkan Ekosistem...
Menyiapkan Ekosistem Baru bagi Generasi Muda PNS
Sederhanakan Birokrasi,...
Sederhanakan Birokrasi, 13 Lembaga Negara Bakal Dilebur Lagi Akhir Agustus
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved