Buka CPNS, KemenPANRB Inventarisasi Kebutuhan PNS 2021
Kamis, 09 Juli 2020 - 07:08 WIB
loading...
Pemerintah mematangkan persiapan pembukaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) kembali pada 2021 setelah dihentikan akibat wabah Covid-19 pada tahun ini. Foto: dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mematangkan persiapan pembukaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) kembali pada 2021 setelah dihentikan akibat wabah Covid-19 pada tahun ini. Pintu usulan formasi CPNS pun telah dibuka lebar mulai sekarang.
Namun, kementerian, lembaga maupun daerah diminta tidak gegabah dalam pengusulan tersebut. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPANRB) Tjahjo Kumolo menyatakan, ada yang berbeda dengan krieteria disetujui atau tidaknya usulan CPNS tersebut. Di antara kriteria itu adalah sejauhmana dampak Covid-19 memengaruhi kondisi masing-masing instansi pemerintah. “Proses ini akan mempertimbangkan kebutuhan untuk pembangunan nasional dan daerah. Serta hasil evaluasi dampak pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Menurutnya alokasi anggaran tahun 2020 yang tidak terpakai akan dialihkan untuk tahun 2021. Meski demikian, dia belum dapat memastikan jumlah formasi yang akan dibuka nanti. “Masih akan melihat kebutuhan dan ketersediaan anggaran,” ujarnya. (Baca: Catat, Rekruten CPNS Dibuka Kembali Tahun Depan)
Pihaknya juga masih terus menginventarisasi kebutuhan PNS 2021. Menurutnya jika masih memadai maka sangat mungkin tidak perlu penambahan pegawai baru. Apalagi dengan perkembangan sistem informasi dan teknologi (IT) saat ini, kebutuhan pegawai yang banyak tidak menjadi keharusan lagi.
Berpijak pada pengalaman di masa Covid-19, banyak instansi juga sudah memberlakukan bekerja shift, yakni dari rumah maupun bekerja dari kantor secara bersamaan. “Pelayanan masyarakat juga tidak menjadi kendala,” tuturnya.
Namun, kementerian, lembaga maupun daerah diminta tidak gegabah dalam pengusulan tersebut. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPANRB) Tjahjo Kumolo menyatakan, ada yang berbeda dengan krieteria disetujui atau tidaknya usulan CPNS tersebut. Di antara kriteria itu adalah sejauhmana dampak Covid-19 memengaruhi kondisi masing-masing instansi pemerintah. “Proses ini akan mempertimbangkan kebutuhan untuk pembangunan nasional dan daerah. Serta hasil evaluasi dampak pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Menurutnya alokasi anggaran tahun 2020 yang tidak terpakai akan dialihkan untuk tahun 2021. Meski demikian, dia belum dapat memastikan jumlah formasi yang akan dibuka nanti. “Masih akan melihat kebutuhan dan ketersediaan anggaran,” ujarnya. (Baca: Catat, Rekruten CPNS Dibuka Kembali Tahun Depan)
Pihaknya juga masih terus menginventarisasi kebutuhan PNS 2021. Menurutnya jika masih memadai maka sangat mungkin tidak perlu penambahan pegawai baru. Apalagi dengan perkembangan sistem informasi dan teknologi (IT) saat ini, kebutuhan pegawai yang banyak tidak menjadi keharusan lagi.
Berpijak pada pengalaman di masa Covid-19, banyak instansi juga sudah memberlakukan bekerja shift, yakni dari rumah maupun bekerja dari kantor secara bersamaan. “Pelayanan masyarakat juga tidak menjadi kendala,” tuturnya.
Lihat Juga :