PAN Nilai Jabatan Wakil Menteri Tak Miliki Urgensi

Kamis, 24 Oktober 2019 - 20:46 WIB
PAN Nilai Jabatan Wakil...
PAN Nilai Jabatan Wakil Menteri Tak Miliki Urgensi
A A A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay mengaku kurang memahami fungsi dari wakil menteri secara khusus dalam sebuah kementerian. Presiden Jokowi selaku pembentuk dan pemegang komando kabinet yang perlu menjelaskannya.

"Yang bisa menjawab itu tentu adalah Presiden Jokowi. Sebab, yang berhak untuk menentukan pengangkatan wamen itu adalah presiden," ujar Saleh saat dihubungi SINDOnews, Kamis (24/10/2019) malam.

Soal apakah tujuan jabatan wamen ini adalah untuk bagi-bagi jabatan terhadap parpol koalisi, mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR ini mengaku tidak tahu. Sehingga, presiden sendiri yang perlu menjelaskan hal ini agar tidak menimbulkan prasangka.

"Apakah untuk bagi-bagi kursi? Saya tidak tahu. Presiden Jokowi mungkin perlu menjelaskan. Biar semua orang jelas dan mengerti dan tidak menimbulkan prasangka," jelasnya. (Baca juga: Finalisasi Wamen, Jokowi Tak Masalah Berapapun Jumlahnya)

Namun demikian, menurut Saleh, kalau benar Jokowi hendak memangkas birokrasi di lingkungan ASN sebagaimana yang disebut dalam pidato perdananya Semestinya posisi wamen ini tidak diperlukan karena menunjukkan inkonsistensi Jokowi atas niat tersebut.

"Kan tidak sinkron. Di satu pihak ada keinginan memangkas eselonisasi ASN, di pihak lain ada penambahan wamen di beberapa kementerian. Ini mungkin perlu dipikirkan lebih matang lagi," usulnya.

Bahkan, Saleh berpandangan bahwa keberadaan wamen itu terkadang menimbulkan masalah tersendiri. Sebab, tugasnya bisa tumpang tindih dengan para direktur jenderal (dirjen) di kementerian tersebut.

Karena selama ini, kalau menteri tidak sempat yang ditugaskan sebagai pengganti adalah dirjen. Pada faktanya, dirjen dan pejabat eselon satu lainnya adalah pembantu menteri.

"Mereka (dirjen) sudah sangat cukup untuk melakukan tugas-tugas rutin di kementeriannya. Sebagai pejabat karier, mereka diyakini akan lebih memahami dan menguasai bidang tugasnya dibandingkan wamen yang belum tentu berasal dari internal kementerian terkait," tuturnya.
(kri)
Berita Terkait
Pengamat Nilai PAN di...
Pengamat Nilai PAN di Bawah Zulhas Relatif Siap Bermitra dengan Istana
Untung Rugi Jika PAN...
Untung Rugi Jika PAN Bergabung ke Pemerintahan Jokowi Lagi
PAN Berpeluang Tempatkan...
PAN Berpeluang Tempatkan Kader di Kabinet Jokowi-Maruf Amin
Presiden Marah, Saleh...
Presiden Marah, Saleh Daulay: Tak Ada Manfaatnya Kalau Tak Ada Tindak Lanjut
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Masuk Kabinet Jokowi,...
Masuk Kabinet Jokowi, PAN Pertaruhkan Elektabilitas dan Picu Keretakan
Berita Terkini
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved