Birokrat yang Kinerjanya Tak Efektif Bakal Dipecat
Minggu, 20 Oktober 2019 - 07:09 WIB
Birokrat yang Kinerjanya Tak Efektif Bakal Dipecat
A
A
A
JAKARTA - Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin bakal dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI masa jabatan 2019-2024 dalam Sidang Paripurna MPR, Minggu (20/10/2019) siang nanti. Dalam lima tahun ke depan, Jokowi-Ma'ruf Amin memiliki sejumlah program prioritas. Salah satunya melakukan reformasi birokrasi untuk menuju Indonesia yang maju.
Dalam pidato kemenangannya bertajuk "Visi Indonesia" di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019) lalu, Jokowi menyatakan akan mengecek sendiri kinerja birokrasi pemerintahan. Tak segan-segan Jokowi pun mengeluarkan ancaman pemecatan bagi pejabat yang tidak becus dalam bekerja.
"Saya akan cek sendiri, akan saya kontrol sendiri, begitu saya lihat tak efisien atau tak efektif, saya pastikan, saya pastikan, akan saya pangkas dan saya copot pejabatnya," tutur Jokowi kala itu.
Menurut Jokowi, kecepatan dalam melayani dan kecepatan dalam memberikan izin menjadi salah satu kunci reformasi birokrasi. Karena itu, pada kabinetnya mendatang, Jokowi menekankan perlunya sosok menteri yang berani bertindak dan tangkas dalam bekerja.
"Kita butuh menteri-menteri yang berani. Kalau-kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat, lembaga-lembaga yang bermasalah, sekali lagi, sekali lagi, saya pastikan saya bubarkan," katanya.
Jokowi mengatakan bahwa reformasi birokrasi dan kelembagaan diperlukan agar kinerja setiap lembaga menjadi semakin sederhana dan lincah. "Ini juga hati-hati, kalau pola pikir kita, kalau mindset birokrasi kita tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas," tegasnya.
Dikatakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, untuk mencapai visi Indonesia yang maju, pola-pola pikir lama harus segera ditinggalkan. "Kita juga tidak ingin ada lagi pola-pola kerja yang linier. Tidak ada lagi kerja-kerja yang hanya rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton yang begitu-begitu saja. Tidak ada lagi kerja di zona yang nyaman. Penyakit kita ada di situ. Kita harus berubah, kita harus berubah, sekali lagi, kita harus berubah," serunya.
Menurutnya, dalam membangun nilai-nilai baru dalam bekerja dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. "Maka kita harus membangun pola kerja yang adaptif, pola kerja yang produktif, pola kerja yang inovatif dan kompetitif," tandasnya.
Dalam pidato kemenangannya bertajuk "Visi Indonesia" di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019) lalu, Jokowi menyatakan akan mengecek sendiri kinerja birokrasi pemerintahan. Tak segan-segan Jokowi pun mengeluarkan ancaman pemecatan bagi pejabat yang tidak becus dalam bekerja.
"Saya akan cek sendiri, akan saya kontrol sendiri, begitu saya lihat tak efisien atau tak efektif, saya pastikan, saya pastikan, akan saya pangkas dan saya copot pejabatnya," tutur Jokowi kala itu.
Menurut Jokowi, kecepatan dalam melayani dan kecepatan dalam memberikan izin menjadi salah satu kunci reformasi birokrasi. Karena itu, pada kabinetnya mendatang, Jokowi menekankan perlunya sosok menteri yang berani bertindak dan tangkas dalam bekerja.
"Kita butuh menteri-menteri yang berani. Kalau-kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat, lembaga-lembaga yang bermasalah, sekali lagi, sekali lagi, saya pastikan saya bubarkan," katanya.
Jokowi mengatakan bahwa reformasi birokrasi dan kelembagaan diperlukan agar kinerja setiap lembaga menjadi semakin sederhana dan lincah. "Ini juga hati-hati, kalau pola pikir kita, kalau mindset birokrasi kita tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas," tegasnya.
Dikatakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, untuk mencapai visi Indonesia yang maju, pola-pola pikir lama harus segera ditinggalkan. "Kita juga tidak ingin ada lagi pola-pola kerja yang linier. Tidak ada lagi kerja-kerja yang hanya rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton yang begitu-begitu saja. Tidak ada lagi kerja di zona yang nyaman. Penyakit kita ada di situ. Kita harus berubah, kita harus berubah, sekali lagi, kita harus berubah," serunya.
Menurutnya, dalam membangun nilai-nilai baru dalam bekerja dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. "Maka kita harus membangun pola kerja yang adaptif, pola kerja yang produktif, pola kerja yang inovatif dan kompetitif," tandasnya.
(kri)