Ray Rangkuti: Saya Menduga 60 Persen Kursi Kabinet Diisi Wakil Partai

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 10:11 WIB
Ray Rangkuti: Saya Menduga...
Ray Rangkuti: Saya Menduga 60 Persen Kursi Kabinet Diisi Wakil Partai
A A A
JAKARTA - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mengaku pesimistis bahwa Presiden Jokowi akan berhasil menyusun komposisi menteri kabinet yang mayoritas dari unsur profesional dan hanya memberikan 45 persen jatah kepada perwakilan partai politik koalisi.

Terlebih, kata Ray, muncul isu jelang penyusunan kabinet untuk periode kedua nanti Jokowi akan mengakomodir kepentingan politik Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

"Dalam situasi dukungan pemilih Jokowi atasnya yang makin melemah, dan satunya sikap parpol dalam hal berhadapan dengan presiden, saya kira, posisi presiden saat ini cukup lemah," kata Ray saat dihubungi Sindonews, Jumat (11/10/2019).

Menurut Ray, jika situasi ini terus dipelihara oleh Jokowi, rasanya akan kesulitan keluar dari makin menguatnya dominasi partai-partai, khususnya PDIP, terhadap kekuasaannya. Dengan begitu, kemampuan Jokowi untuk bertahan atau negosiasi akan melemah. Itulah yang terlihat akhir-akhir ini yang dihadapi Jokowi.

Sebaliknya, Ray menganggap, Jokowi tidak seperti di awal priode pemerintahannya yang terlihat piawai mengatur ritme daftar keinginan partai. Kali ini, Jokowi terkesan seperti ditekan, dan rasanya akan begitu terus sampai lima tahun yang akan datang jika Jokowi tidak segera melakukan konsolidasi dukungan publik.

"Dalam situasi seperti ini, komposisi partai akan didominasi wakil partai politik. Saya malah menduga 60% kursi kabinet akan diisi oleh wakil partai. Jika Gerindra juga bergabung, bahkan bisa mencapai 65%," ungkapnya. (Baca juga: Pengamat Dorong Jokowi Libatkan Rakyat Dalam Penilaian Calon Menteri )

Maka Ray menambahkan, dalam situasi seperti ini, tidak lagi semua pihak bisa berbicara ideal. Yang bisa diharapkan wakil-wakil partai di kabinet memperlihatkan loyalitas tunggal mereka kepada presiden.

"Jadi tidak mendua. Mereka harus mengamankan kebijakan presiden bukan partai. Dalam hal ini, tentu, Jokowi harus benar-benar selektif memastikan calon anggota kabinet yang benar-benar loyalitasnya kepada presiden," tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Wapres Ma’ruf Amin...
Wapres Ma’ruf Amin Pimpin Pemerintahan Sementara, Jubir Sebut Tidak Ada Persiapan Khusus
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Istana Buka Kemungkinan...
Istana Buka Kemungkinan Reshuffle Kabinet Sebelum 2020 Berakhir
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Berita Terkini
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved