Terkait Perppu KPK, Presiden Masih Buka Ruang Dialog

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 07:24 WIB
Terkait Perppu KPK,...
Terkait Perppu KPK, Presiden Masih Buka Ruang Dialog
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga kini masih terus menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak terkait wacana penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin memastikan, pemerintah dalam hal ini presiden tidak akan terburu-buru untuk mengeluarkan Perppu KPK. “Jadi tidak tergesa-gesa dalam mengambil satu keputusan. Jadi kasih ruang, waktu, tidak akan ada masalah. Insyaallah,” ungkap Ngabalin dalam diskusi bertema “Sikap Pemerintah Terhadap UU KPK” di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, Presiden Jokowi masih terus melakukan dialog dengan sejumlah tokoh dan pakar hukum untuk memutuskan sikapnya atas polemik UU KPK. “Mulai hari ini dan hari yang akan datang, dialog itu menjadi satu pembelajaran penting yang sedang dilakukan presiden,” ungkapnya.

Pemerintah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk memberikan pembelajaran pendidikan berdemokrasi serta pencerahan kepada rakyat Indonesia, khususnya kepada mahasiswa. "Presiden selalu membuka ruang istana untuk siapa saja yang mau datang. Bahkan kalau perlu hingga antre sekalipun. Paling tidak dalam pertemuan itu, presiden akan bisa memberikan pencerahan," katanya.

Dia pun menekankan bahwa sejak awal revisi UU KPK digunakan sebagai momentum memperkuat KPK. “Presiden tidak ragu ketika surat itu datang dari DPR, kemudian meminta saran dan pandangan, presiden tidak ragu-ragu dalam memberikan jawaban, kemudian menolak, memberikan tanggapan. Tidak ragu. Maka kita harus melihat sikap dan pikiran presiden nanti sampai pada batas waktunya. Karena kita sama sekali tidak bisa membaca pikiran presiden karena independensi presiden untuk kepentingan bangsa,” tandasnya.

Senada diungkapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Menurut dia, Presiden Jokowi selalu berupaya mendengarkan masukan semua pihak dalam menjalankan pemerintahan.

“Karena itu teman-teman mahasiswa ingin diskusi, ya kita tampung. Apa sih yang dipikirkan, kita dengerin dengan baik, saya juga memberikan pemahaman bahwa dalam bernegara ini bukan hanya mahasiswa saja yang didengar, semuanya juga didengar oleh presiden. Itulah presiden juga membuka pintu istana seluas-luasnya, semuanya didengarkan dengan baik,” tandasnya.

Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil menyarankan Presiden Jokowi untuk membangun komunikasi dengan menteri terkait keputusan apakah nantinya akan menerbitkan Perppu UU KPK atau tidak.

Menurut dia, komunikasi perlu dilakukan presiden untuk mengantisipasi jika pemerintah menolak untuk menerbitkan Perppu KPK, khususnya dalam merespons gejolak yang terjadi di masyarakat. “Mereka punya MK untuk menguji norma-norma yang menurut mereka tidak sejalan dengan pemikiran ini pemikiran itu dan sebagainya,” kata Nasir.

Sebaliknya, jika akhirnya presiden menerbitkan perppu, maka DPR akan melihat isi perppu-nya terlebih dahulu. Dia pun berharap, perppu yang dikeluarkan presiden tidak jauh berbeda dengan UU yang disepakati bersama DPR. “Saya punya keyakinan presiden tetap konsisten lah bahwa ini adalah pembahasannya bersama dan itu tidak elok kalau kemudian presiden setelah dibahas kemudian mengeluarkan perppu,” ujarnya.
(don)
Berita Terkait
Pengalihan Status Jadi...
Pengalihan Status Jadi ASN, Wadah KPK Sebut Buntut dari Revisi UU KPK
Eks Penasihat KPK Ungkap...
Eks Penasihat KPK Ungkap Proses Penolakan Terhadap Revisi UU No 30/2002
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
Revisi UU Desa Disetujui,...
Revisi UU Desa Disetujui, Kades Indonesia Bersatu Terima Kasih ke Jokowi
PBNU Anggap Usulan Jokowi...
PBNU Anggap Usulan Jokowi untuk Merevisi UU ITE Tepat
Mahfud MD Ungkap Presiden...
Mahfud MD Ungkap Presiden Jokowi Berencana Bikin Omnibus Law ITE
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved