Menhan Ideal Punya Kompetensi Akademis dan Militer yang Seimbang

Jum'at, 27 September 2019 - 19:03 WIB
Menhan Ideal Punya Kompetensi...
Menhan Ideal Punya Kompetensi Akademis dan Militer yang Seimbang
A A A
JAKARTA - Bursa Menteri Kabinet Joko Widodo (Jokowi) Jilid 2 kembali santer terdengar, apalagi jelang pelantikan, hingarnya sudah semakin terasa.

Maka membicarakan kriteria calon pembantu Presiden Jokowi untuk menentukan nama-nama anggota kabinetnya menjadi penting jika melihat kriteria yang harus diketengahkan.

Dari Perspektif akademisi, Prof DR Dedi Purwana, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini melihat, saatnya Presiden Jokowi memilih calon menteri berdasarkan lima kriteria.

Pertama, profesionalitas, dilihat dari rekam jejak, pengalamananya sesuai bidang kementerian yang akan dijabatnya. Kedua, mempunyai kapasitas intelektual yang mumpuni dan sesuai dengan adagium lama, the right man on the right job.

Ketiga, berintegritas dan bermoral, hal tersebut harus jadi pijakan kuat untuk menjadikan sebagai pejabat publik punya benteng moral yang kuat.

Keempat, akuntalibilitas, sebagai pejabat publik, harus merepresentasikan suara rakyat, akuntabilitas dalam arti bertanggung jawab bukan saja kepada presiden, tetapi juga kepada masyarakat.

Kelima, punya kemampuan mengambil kebijakan, biasanya kebijakan publik seringkali terseret oleh kepentingan bangsa, imbas dari keputusannya untuk masyarakat dan harus proporsional.

"Itu harapan akademisi, Jika kelima syarat tersebut terpenuhi, mau dari partai politik atau pun profesional, saya yakin menteri tersebut akan mampu memecahkan dengan baik isu-isu yang saat ini belum selesai,” katanya kepada awak Media di Jakarta, Jumat (26/9/2019).

Terkait dengan kursi Menhan, Prof Dedi punya penilaian yang lebih spesifik. Menurutnya, Menteri Pertahanan ke depan harus sosok yang mengerti soal pertahanan.

"Sebaiknya ada kombinasi antara akademisi dan militer. Jika kombinasi tersebut digabungkan, maka akan ideal, intelektual akademis ada, karier militernya ada, saya yakin kedua kombinasi kemampuan kalau melekat pada satu orang, saya kira cocok untuk duduk di kursi Menhan," katanya.

Dedi beralasan, Menhan yang demikian itu akan mampu mengkaji dan menganalisis isu-isu pertahanan untuk melindungi NKRI dari ancaman infiltrasi dan keluar negeri juga bisa show of force bahwa perahanan Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata.

Prof Dedi melihat, sosok militer yang punya jejak rekam akademisi yang teruji dan militer itu ada pada Letjen TNI (purn) Prof DR Syarifuddin Tippe yang saat ini menjabat sebagai Guru Besar Manajemen Stratejik Pertahanan Fakultas Ekonomi UNJ.

"Awalnya saya ragu dengan kapasitas beliau secara akademisi, tetapi setelah dia bisa beradaptasi dengan dunia akademisi yang egalitarian, dan mampu memotivasi dosen-dosen muda untuk mengejar gelar Guru besar atau profesor, dan saat sedang dilakukan," jelasnya.

"Serta kemampuannya membimbing salah satu peserta didik program doktoral FE UNJ untuk masuk ke jurnal ilmiah bereputasi Q1, secara akademis beliau sudah tunjukkan," sambungnya.

Secara profil, sambung Prof Dedi Purwana, selama ini banyak guru besar yang tidak mau mengajar di jenjang pendidikan D3 atau S1, namun berbeda dengan Syarifuddin Tippe.

"Justru dia mau mengajar di semua jenjang, alasanya agar ia bisa mengajarkan cinta negara dan bela negara kepada generasi milenial saat itu, agar tidak muda terpapar infiltrasi paham ideologi dari luar yang mengancam kedaulatan NKRI, di sela-sela mengajar beliau sisipkan materi tersebut, inilah inovasi yang beliau lakukan dalam dunia akademis," ujar Prof Dedi Purwana."Sebagai Akademisi, kami inginkan sosok menhan yang punya gabungan kompetensi intelektualnya seperti Prof.Juwono Sudarsono dan punya karier militernya seperi Pak Ryamizard Ryacudu, Jika digabungkan ini ketemu di Jenderal Prof Syarifudin Tippe," tutup Prof Dedi sembari tersenyum.
(maf)
Berita Terkait
Ancaman Siber Kian Canggih,...
Ancaman Siber Kian Canggih, ITSEC Cyber Academy Siapkan Tentara Digital untuk Kemhan Senilai Rp960 Miliar
Brigjen TNI Totok Serahkan...
Brigjen TNI Totok Serahkan Jabatan Karo Humas Kemhan ke Kolonel Ignatius
Brigjen Fahrid Amran:...
Brigjen Fahrid Amran: Sumber Daya Alam dan Buatan Komponen Penting Pertahanan Negara
Bertemu Dubes Denmark,...
Bertemu Dubes Denmark, Prabowo Bahas Pentingnya Pertahanan Udara
Sekjen Kemhan: Konflik...
Sekjen Kemhan: Konflik Antarnegara Menyulut Tumbuhnya Kelompok Ekstrem
Kasus Satelit Komunikasi...
Kasus Satelit Komunikasi Kemhan, Kejagung Periksa 11 Saksi
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved