Panja DPR Terima Masukan ICMI soal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Kamis, 19 September 2019 - 06:15 WIB
Panja DPR Terima Masukan...
Panja DPR Terima Masukan ICMI soal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
A A A
JAKARTA - Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS)Komisi VIII DPR menggelar audiensi dengan perwakilan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang dipimpin Sri Astuti Buchari untuk membahas isu krusial seputar penyelesaian RUU PKS.

Ketua Panja RUU PKS Marwan Dasopang menyebut bahwa ada usulan dari ICMI mengenai judul dan definisi kekerasan. ICMI menganggap kata ‘kekerasan’ sebagai judul sebaiknya diganti dengan kata ‘kejahatan’ merujuk kepada fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) agar bisa didefinisikan dalam RUU ini.

Marwan menilai makna kejahatan akan lebih rumit ketika didefinisikan ke dalam judul sebab pihaknya mengaku telah membahas judul ini dalam waktu yang sangat panjang.

“Antara suami yang melakukan kekerasan terhadap istrinya itu tidak bisa ditangkap oleh UU ini. Sementara yang dimaksudkan teman dari para pegiat itu tadi termasuk yang itu, bahwa suami yang mengkasari istrinya itu bagian dari kekerasan. Kemudian karena itulah usul yang membuat kekerasan ini sebagai judul memang agak rumit kalau ditukar menjadi kejahatan,” ujar di Gedung DPR Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Dia berharap ICMI turut berperan aktif untuk berkomitmen membantu terselesaikannya RUU PKS ini. Sebab pembahasan RUU tersebut sangat alot. Maka dari itu, ia meminta ICMI terus memantau perkembangan dari RUU PKS ini dan apabila kemudian UU KUHP dapat disahkan, DPR dapat bergerak cepat menyelesaikan RUU PKS.

“Saya punya harapan kalau begini ICMI memberikan tambahan-tambahan baru, kalau nanti UU KUHP-nya selesai kita tinggal merumuskan judul dan definisi, sudah kita ketok saja. Jadi saya punya harapan lagi ini bisa disahkan, karena tadinya saya sudah pesimis, tapi ini ada harapan saya dari ICMI lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Sri Astuti Buchari mewakili seluruh anggota ICMI menyampaikan agar judul ‘Penghapusan Kekerasan Seksual’ dapat diubah menjadi ‘Kejahatan Seksual’. Sebab makna kejahatan itu akan mencakup keseluruhan, termasuk masalah LGBT yang hingga saat ini belum terselesaikan. Selain itu makna ‘kekerasan’ dianggapnya sangat terbatas dibanding dengan kata ‘kejahatan’.

“Dasar dari semua ini yang kita usulkan, yang paling penting adalah kami juga ikut mendesak terbitnya undang-undang tersebut. Yang paling penting satu hal adalah untuk kepentingan korban dan tentu saja bermanfaat bagi korban. Manfaatnya adalah bagian dari perlindungan termasuk kompensasi. Juga termasuk kerugian dan pemidanaan. Semua ini demi kepentingan korban,” terangnya.
(thm)
Berita Terkait
Membedah Draf Terkini...
Membedah Draf Terkini Terkait RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
Kemenkumham Sebut Pemerintah...
Kemenkumham Sebut Pemerintah dan DPR Satu Suara Terkait RUU Kekerasan Seksual
Jadi Substansi RUU PKS,...
Jadi Substansi RUU PKS, ALPPIND Kritisi Sexual Consent
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Pekan Ini DIM RUU Kekerasan Seksual Rampung
Waka DPR Sebut Belum...
Waka DPR Sebut Belum Ada Permintaan Baleg Bahas RUU TPKS di Masa Reses
Jokowi Minta RUU TPKS...
Jokowi Minta RUU TPKS Disahkan, DPR Berharap Pembahasan Tak Alot
Berita Terkini
Kejagung: Febrie Adriansyah...
Kejagung: Febrie Adriansyah Baru Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Asabri
Daftar 25 Perwira TNI...
Daftar 25 Perwira TNI AL Pecah Bintang usai Upacara Kenaikan Pangkat Juli 2026
Tersangka Kuota Haji...
Tersangka Kuota Haji Ajukan Praperadilan, KPK Tegaskan Penggeledahan Berdasarkan Aturan
Pengamat: Kapolri Tak...
Pengamat: Kapolri Tak Kriminalisasi Febrie, Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Asrul Azis Taba Tersangka...
Asrul Azis Taba Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Ajukan Praperadilan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved