DPR Minta Pansel Capim KPK Jangan Alergi Masukan Masyarakat

Kamis, 29 Agustus 2019 - 17:28 WIB
DPR Minta Pansel Capim...
DPR Minta Pansel Capim KPK Jangan Alergi Masukan Masyarakat
A A A
JAKARTA - Sejumlah tokoh nasional bersuara mengenai proses seleksi calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini masih berlangsung. Koalisi Masyarakat Sipil meragukan sejumlah capim yang lolos tes profile assessment.

Koalisi juga meragukan integritas sejumlah anggota Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK. Mereka menduga ada anggota Pansel Capim KPK punya konflik kepentingan.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Ma’arif mengatakan, susah untuk mencari Pimpinan KPK yang benar-benar ideal, tapi setidaknya yang memimpin KPK itu yang catatan hitamnya sedikit atau tidak ada sama sekali.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu mengatakan Pansel Capim KPK tidak boleh alergi terhadap masukan masyarakat. ”Jadi berkaitan dengan usulan masukan dari masyarakat itu, Pansel juga enggak boleh alergi. Usulan pemerintah sebagai pertimbangan dan bahan untuk menanyakan ke setiap masing-masing calon pimpinan. Nah usulan masyarakat itu penting sebagai pertimbangan untuk melakukan klarifikasi kepada masing-masing calon,” ujar Masinton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Namun di sisi lain, menurut Masinton, publik juga tidak boleh mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk ikut mengintervensi proses seleksi capim KPK. Sebab dalam memilih capim KPK, pemerintah telah menugaskan Pansel untuk melakukan seleksi, penjaringan dan penyaringan capim KPK.

”Jadi undang-undang sudah mengamanatkan Pansel yang dibentuk oleh pemerintah untuk menyeleksi. Jadi menurut saya presiden enggak perlu lagi didesak-desak untuk ikut campur di dalam urusan Pansel,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini Pansel cukup bekerja melakukan tugasnya secara profesional karena nantinya bukan mereka yang akan menentukan Pimpinan KPK. “Mereka kan cuma membantu saja tugas pemerintah untuk menyeleksi 10 nama. Oleh Pansel 10 nama itu akan diserahkan kepada presiden dan presiden menyampaikan 10 nama ke DPR. Nanti Komisi III akan menyeleksi lima nama untuk ditetapkan menjadi Pimpinan KPK,” paparnya.

Dikatakan Masinton, proses seleksi yang dilakukan Pansel adalah urusan teknis. Sehingga tidak relevan jika presiden diminta untuk turun tangan.

”Sebagai masukan ya oke, presiden kan juga menerima masukan-masukan, tapi juga enggak perlu presiden turun tangan mengurusi ini. Itu urusan teknis, serahkan Pansel lah memang Pansel dibentuk untuk melakukan kerja teknis, toh keputusan poilitik itu nanti ada di Presiden dan DPR,” tandasnya.

DPR, kata Masinton, juga membuka diri untuk menerima masukan dari masyarakat. ”Kan ada aplikasi DPR Now, itu kan bisa digunakan untuk menyampaikan aspirasi memberikan masukan ke Komisi III yang membidangi masalah hukum untuk melakukan fit and proper test terhadap kelayakan calon Pimpinan KPK,” katanya.
(kri)
Berita Terkait
Komisi III DPR Tegaskan...
Komisi III DPR Tegaskan Pemberantasan Narkoba Harus Radikal dan Konkret
KPK Diminta DPR dan...
KPK Diminta DPR dan Dewas Segera Sampaikan Laporan Kinerja
Anggota DPR Ini Apresiasi...
Anggota DPR Ini Apresiasi KPK Pajang Tersangka Korupsi
Ada Apa Perwakilan Gereja...
Ada Apa Perwakilan Gereja Kingmi Sambangi KPK?
Manfaatkan Corona, Masyarakat...
Manfaatkan Corona, Masyarakat Diimbau Waspada Oknum Mengaku Perwakilan KPK
Komisi V DPR Apresiasi...
Komisi V DPR Apresiasi Capaian Realisasi Anggaran Kemenhub Tahun 2020
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved