Kemendagri Sebut Kontribusi BUMD Terhadap PAD Belum Maksimal

Rabu, 28 Agustus 2019 - 14:09 WIB
Kemendagri Sebut Kontribusi...
Kemendagri Sebut Kontribusi BUMD Terhadap PAD Belum Maksimal
A A A
JAKARTA - Kontribusi badan usaha milik daerah (BUMD) terhadap pendapatan asli daerah (PAD) belum maksimal. Hal ini dilihat dari rata-rata laba BUMD seluruh Indonesia baru 3% dari nilai aset.

“BUMD seluruhnya berjumlah 1.097. Kalau kita lihat dari jumlah asetnya dari laporan BPKP ada Rp340,118 triliun rupiah. Namun laba yang dicapai Rp10,372 triliun. Sehingga perbandingannya antara aset dan laba baru mencapai 3%,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hadi Prabowo dalam rapat koordinasi keuangan daerah di Hotel Grand Paragon, Rabu (28/8/2019).

Hadi mengungkapkan, BUMD saat ini masih menghadapi beberapa persoalan. Khususnya berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM) dan pola kerja.

“Ini masih terjebak dalam pola kerja birokrasi. Naluri bisnisnya tidak ada. Dan banyak penyertaan modal dari APBD tidak ada batas waktu kapan bisa menghasilkan (laba). Sehingga BUMD tidak memberikan manfaat justru malah membebani daerah,” ungkapnya.

Dia mengatakkan saat ini memang perlu dilakukan perubahan-perubahan di BUMD. Baik dalam pola pikir, budaya kerja dan target yang harus dicapai. Sehingga BUMD mampu menjadi sumber pendapatan daerah.

“Pertama kaitannya dengan dengan SDM bahwa didasarkan pada kompetensi dalam bidang usahanya. Kita harus tinggalkan pola-pola lama perekrutan SDM yang disadarkan atas kedekatan dan sebagainya. Namun tidak melihat pada sisi kompetensi,” tuturnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan BUMD harus dapat menghindari benturan kepentingan. Meskipun dia mengakui saat ini BUMD masih mendapat tekanan dari berbagai pihak.

“Kami memahami masih ada BUMD-BUMD yang mendapat tekanan baik dari pemilik saham maupun dari hal-hal lain. Ini penting sekali. Ini harus dikelola secara profesional, efisien, efektif dan didasari atas etika bisnis,” katanya.
(cip)
Berita Terkait
Kepala BSKDN Beberkan...
Kepala BSKDN Beberkan 4 Fungsi Penting Command Center
BSKDN Tekankan Kualitas...
BSKDN Tekankan Kualitas Kepemimpinan Kepala Daerah Menentukan Kesejahteraan Masyarakat
Kemendagri Libatkan...
Kemendagri Libatkan Pakar Analisis Variabel dan Indikator Penilaian Kota Bersih
Dirjen Kemendagri Bertemu...
Dirjen Kemendagri Bertemu CIRDAP, Apa yang Dibahas?
Litbang Kemendagri Berubah...
Litbang Kemendagri Berubah Jadi BSKDN, Eko: Kita Harus Berkolaborasi
Kemendagri Ubah Warna...
Kemendagri Ubah Warna Seragam Satlinmas, Tak Lagi Berwarna Hijau
Berita Terkini
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved