Komjak Sambut Positif Jokowi Tidak Memilih Jaksa Agung dari Parpol

Senin, 19 Agustus 2019 - 14:53 WIB
Komjak Sambut Positif...
Komjak Sambut Positif Jokowi Tidak Memilih Jaksa Agung dari Parpol
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memastikan Jaksa Agung periode 2019-2024 bukan berasal dari partai politik. Keputusan ini mendapat sambutan positif. Salah satunya dari Komisioner Kejaksaan (Komjak).

Dengan tidak dipilihnya dari kalangan parpol, posisi Jaksa Agung nantinya bisa berasal dari internal maupun eksternal kejaksaan. Sekretaris Komjak Barita Simanjuntak mengusulkan posisi Jaksa Agung sebaiknya berasal dari internal. (Baca juga: Jokowi Tegaskan Pilih Jaksa Agung Bukan dari Parpol )

Alasannya, sosok orang nomor satu di Korps Adhyaksa telah mengenyam pendidikan jaksa sesuai UU No 16/2004. Hal tersebut juga berlaku di kepolisian dan kehakiman. Pimpinan kedua lembaga tersebut selalu berasal dari internal.

Jika Jaksa Agung berasal dari parpol akan sangat sulit menjaga independensi. "Jaksa Agung juga adalah penuntut umum tertinggi sesuai asas dominus litis kejaksaan universal di seluruh dunia,"kata Barita dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Senin (19/08/2019).

Menurut Barita, Korps Adhyaksa membutuhkan orang yang berpengalaman teknis dan operasional sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mempelajari kejaksaan. Selain itu pejabat internal kejaksaan sudah terseleksi dari mulai tahapan awal menjadi jaksa, assessment, kinerja dan kompetensi teknis menangani perkara teruji dan prestasinya juga sudah teruji.

Di sisi lain, Jaksa Agung merupakan pimpinan tertinggi yang mengendalikan seluruh kewenangan dan tugas kejaksaan dalam penegakan hukum sehingga harus dilakukan secara profesional. "Hukum harus tegak lurus kepada siapapun karena itu akan sangat sulit menjaga independensi kalau Jaksa Agung dari partai politik," ujarnya.

Barita sendiri melihat banyak sosok di internal kejaksaan yang layak menjabat Jaksa Agung."Dari kalangan internal banyak jaksa yang rekam jejaknya bersih, berani, punya kompetensi, prestasi dan integritas yang tinggi," ungkapnya.

Lebih lanjut Barita menghormati putusan Jokowi siapa yang nanti dipilih jadi Jaksa Agung. Apalagi Presiden berhak menentukan calon anggota kabinetnya. "Saya kira pendapat Presiden itu tepat dan perlu didukung karena memilih Jaksa Agung adalah hak prerogatif Presiden. Tentu sekadar memberikan masukan saran boleh-boleh saja. Namun sekali lagi keputusan memilih Jaksa Agung sepenuhnya adalah hak prerogatif Presiden," tandasnya.
(poe)
Berita Terkait
Langkah ICW Minta Jokowi...
Langkah ICW Minta Jokowi Berhentikan Jaksa Agung Dinilai Berlebihan
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Ini Deretan Menteri...
Ini Deretan Menteri Terbaik di Kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Versi LPI
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved