Indonesia Ajak Dunia Internasional Dorong Penghapusan Kekerasan Anak

Kamis, 18 Juli 2019 - 16:35 WIB
Indonesia Ajak Dunia...
Indonesia Ajak Dunia Internasional Dorong Penghapusan Kekerasan Anak
A A A
NEW YORK - Indonesia menyuarakan penghapusan kekerasan anak dalam forum internasional. Forum tersebut bertajuk The Global Partnership to End Violence Against Children dan The Side Event Of The High-Level Political Forum 2019 “Safe To Learn Leaders Event”.

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan di New York, Amerika Serikat yang diikuti 47 negara, di antaranya Meksiko, Gana, dan Oman. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan pentingnya kemitraan global dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap anak.

“Kekerasan dalam bentuk apa pun tetap menjadi tantangan terbesar bagi anak-anak secara global. Hal serupa juga terjadi pada anak-anak Indonesia yang tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan emosional: diabaikan, diintimidasi, dan didiskriminasi,” katanya melalui siaran pers yang diterima SINDOnews, Kamis (18/7/2019).

Yohana mengatakan Pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG's) poin 16.2. Yani mengakhiri pelecehan, eksploitasi, perdagangan dan semua bentuk kekerasan dan penyiksaan terhadap anak-anak.

“Studi analisis kami menunjukkan bahwa faktor kunci kekerasan terhadap anak adalah kemiskinan, rendahnya kesadaran akan penegakan hukum, pergeseran paradigma pengasuhan anak dan kekerasan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, kami berencana untuk meninjau ulang kebijakan dan peraturan yg telah dikeluarkan, serta memasukkan unsur kekerasan psikis/emosional,” ujarnya.

Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2018 (SNPHAR 2018) menyebutkan, 2 dari 3 anak dan remaja perempuan dan laki-laki di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya. Mayoritas kekerasan dilakukan oleh teman sebaya.

“Kami ingin mengusulkan Kemitraan Global untuk meningkatkan kolaborasi dengan menciptakan jaringan dan terlibat dengan ASEAN Commission on Promotion and Protection of the Rights and Women and Children (ACWC). ACWC telah memfasilitasi Deklarasi ASEAN untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, dengan bidang-bidang fokus, seperti perdagangan anak dan pornografi anak,” lanjut Yohana.

Menurut Yohana, kemitraan global dapat mempromosikan strategi untuk melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, khususnya sektor swasta. “Sehingga, kami dapat memperluas kemitraan potensial dengan para donatur dan organisasi di sektor teknologi dan industri hiburan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Yohana juga menyetujui usulan Uni Emirat Arab (UAE) agar Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan terkait upaya untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak di ke depan.
(poe)
Berita Terkait
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Perindo: Perlindungan...
Perindo: Perlindungan Hak Perempuan Tidak Cukup dengan Keterwakilan di Parlemen
Ribuan Kasus Kekerasan...
Ribuan Kasus Kekerasan terhadap Anak Terjadi selama Pandemi Covid-19
Kementerian PPPA Dampingi...
Kementerian PPPA Dampingi 305 Anak Korban Kekerasan Seksual Warga Prancis
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Berita Terkini
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
KPK: OTT di BPK Terkait...
KPK: OTT di BPK Terkait Temuan Pengadaan Smart TV di Muara Enim
PTPN III Gandeng KPK...
PTPN III Gandeng KPK Bangun Integritas dan Cegah Korupsi
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved