Milenial Jokowi dan Prabowo Sepakat Akhiri Rivalitas di Pilpres 2019

Sabtu, 13 Juli 2019 - 18:22 WIB
Milenial Jokowi dan...
Milenial Jokowi dan Prabowo Sepakat Akhiri Rivalitas di Pilpres 2019
A A A
JAKARTA - Ratusan milenial pendukung pasangan Capres Jokowi dan Prabowo Subianto terlihat membaur di acara '#YoungPentingIndonesia” yang digelar di Mal Kemang Village, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Anak-anak muda dari relawan KitaSatu dan Gerakan Milenial Indonesia (GMI) ini sepakat mengakhiri rivalitas yang terjadi selama Pilpres 2019 dan merajut kembali persaudaraan demi pembangunan bangsa ke depan.

Hadir dalam acara ini Cawapres pendamping Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno serta Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir. Momen ini juga sekaligus melengkapi pertemuan perdana antara Jokowi dan Prabowo yang terjadi tadi pagi di Stasiun MRT Lebak Bulus.

"Jangan-jangan, Pak Jokowi dan Prabowo enggak mau keduluan ama yang muda. Jadi mereka ketemuan duluan," ujar Sandiaga saat berbicara di atas panggung.

Sedangkan Erick menyerukan agar para milenial tidak melulu berbicara politik terus menerus. "Jangan semua anak muda terjebak di politik. Politik adalah suatu jalur, tapi pengusaha jalur juga, profesional jalur juga. Kita bikin pelatihan entrepreneur buat para milenial ini," tutur Erick.

Sementara itu, Pradana Indraputra, Koordinator KitaSatu, kelompok relawan milenial pendukung Jokowi mengatakan ajang pilpres kemarin adalah ajang kontestasi yang mengajarkan bahwa demokrasi bukan hanya tentang hasil tapi juga proses.

“Bagaimana bangsa Indonesia bisa belajar, membangun pengalaman bersama," ujar pria yang akrab disapa Dana ini.

Di era kepemimpinan Jokowi periode 2019-2024, pihaknya berharap Jokowi mempersiapkan regenerasi kepemimpinan nasional ke depan demi keberlangsungan NKRI. "Dalam periode kedua pemerintahan Pak Jokowi lebih memberi peran penting pada kaum milenial yang profesional di bidangnya dan memiliki wawasan Indonesia serta komit terhadap NKRI. Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945," ucap Dana.
(kri)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved